Dyah Wijayanti dan ‘My Guillain Barre Syndrome’ (2)

0
962
Dyah Wijayanti

CATATAN REDAKSI :
Pemegang gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini  mendadak dijangkiti sakit. Dan penyakitnya justru jenis yang sempat bikin dia terkesan saat mengenalnya di masa kuliah.
Apa itu Guillain Barre Syndrome (GBS)? Dyah Wijayanti memaparkannya secara berseri melalui akun Facebook pribadinya. Atas seijinnya, kisah terkait otoimun ini disajikan buat pembaca iniSurabaya.com secara berseri mulai edisi Rabu (2/3/2022).
Semua tulisan diunggah persis seperti tulisan di Facebook. Semoga bermanfaat.

Dear Diary,
Bila merefleksi diri, aku telah menjalani 2 kutub kondisi hidup yang berlawanan. Saat kecil hingga dewasa sekitar awal 30-an, tubuhku lemah dan sakit-sakitan. Tak bisa, tak senang dan tak antusias bila bepergian.

Tidak bisa menikmati perjalanan karena senantiasa mabuk perjalanan. Berbagai tumor pun kuidap…iyesss, judulnya memang “kolektor tumor”… sedih kan.

Kemudian tiba masa aku menjadi ORANG PALING SEHAT SEDUNIA. Tubuhku begitu bugar, mabuk perjalanan tak lagi berasa, energi terasa berlimpah. Aku seolah menjadi manusia baru. Teman2 mengatakan aku seperti kelinci energizer, 🐇tuing tuingg…

Hingga sebelum menderita GBS ini, kurang lebih sudah 20 TAHUN aku NYARIS TAK PERNAH SAKIT APAPUN. Sempat kena covid-19 tapi itupun alhamdulillah hanya gejala ringan saja, padahal saat itu bersamaan beberapa rekan kerja juga terkena dan salah satu sahabat beserta istrinya meninggal karenanya.

Oleh karena itu aku bingung ketika gangguan sensoris di keempat telapak tangan dan kaki (lihat MY GBS 1 – https://inisurabaya.com/2022/03/dyah-wijayanti-dan-my-guillain-barre-syndrome-1/), tak kunjung hilang atau berkurang dengan obat namun justru makin parah.

Diary my personal doctor, aku detilkan ya seperti apa rasanya gangguan sensoris yang kualami:

– Rasanya makin menebal seperti pakai kaos kaki atau kaos tangan berlapis-lapis. Namun makin sensitif (hiperestesi) seperti ada listrik mengalir. Bukan sensasi semut yang bikin kesemutan tapi ini sensasi listrik, jadi kelistrikan hehe…

– Telapak kakiku menebalnya kaya berdungkul-dungkul gitu, jadi buat menapak itu ga stabil dan suka lengket di lantai. Cara jalanku jadi kaya bebek deh, aiiihh…

– Ujung ujung jari ini kalau saling bersentuhan atau menyentuh benda apapun rasanya betul2 kaya kesetrum. Dan bila ditekan rasanya panas menyengat. Menekan saklar lampu atau keyboard saja nyeri

– Kalau kena air, begitu kena langsung berasa kisut kaya habis berendam berjam-jam, padahal kulitnya ga kisut, cuma sensasinya doang.

– Sangat sensitif dengan logam. Kuku belum bisa dipotong karena baru kesentuh gunting kuku saja rasanya sudah super duper gobyosss

– Kalau pegang HP rasanya kaya ada percikan2 listrik gitu, sengkring2…jadi aku pakai WA Web di laptop. Ngetiknya pakai kuku panjangku.

Segala aktifitas yg menggunakan jari dan ujungnya, hadeeeuuhhh….

Subhanallah, betapa detil Allah jika menjadikan sesuatu. Sensasi seperti ini aja sudah menyiksa, apalagi siksa neraka. Astagfirullahaladzim, mohon jauhkan api neraka dariku Ya Allah 🤲

Diary my close friend, ada yang bikin aku tambah sedih. Ceritanya aku lagi demen menyulam di masker kain. Getol banget menyulam dengan aneka tusuk. Masker kainnya pun aku buat sendiri, di matching-kan dengan baju atau jilbab gitu. Dan aku barusan beli banyak benang, melengkapi koleksi benangku dan beli kain bahan masker. Nah ketika benda2 itu datang (beli online) aku keburu sakit, duuhhhhh… sesuatu banget…

Kesedihanku dengan segera berubah menjadi panik ketika 3 hari kemudian (22 Januari 2022) muncul gangguan motoris. Aku merasa ototku lemah, buat jalan jadi susah banget, dan sering seperti kecekluk mau jatuh gitu. Tuh…apa ya Bahasa Indonesianya “kecekluk”. Kemudian berat saat naik tangga (kamarku di lantai 2). Ketika duduk istirahat, berasa ada desiran aneh di dada dan nama GBS mendadak terlintas di benak.

Dengan segera aku menemui sejawat spesialis syaraf. Ketika diagnosa kerja disebutkan dugaan GBS dan disarankan untuk segera rawat inap, aku merasa mati rasa…seperti garis lurus pada panel ECG dengan bunyi satu nada tiiiiiitttttt…
to be continued…*

Comments are closed.