
“Memang lagunya bermakna tentang kesengsaraan, tetapi aku ingin mengajak pendengar lagu ini terlarut dalam emosi yang coba aku tuangkan dalam lagu ini,” ungkap musisi yang juga mencintai seni visual ini.
Dalam merilis single ini, Jelita juga dibantu oleh Yudhistira Mirza sebagai arranger, produser, sekaligus pengisi gitar, VST, dan synthesizer. Ada juga Housman Pranoto pada drum.
Sedang mixing dan mastering oleh Reney Karamoy at Sonic garage Studio. Lewat karya debut solonya, Jelita ingin membuat musik dengan caranya sendiri yang mengintegrasikan akar folk dan elektronik di dalamnya, sekaligus menerjemahkan pendekatan ortodoks dirinya yang berbeda dalam desain visual ke dalam musik.
Single ‘Only Ever in Daylight’ jadi langkah Jelita untuk benar-benar serius terjun ke dalam industri musik. Tidak hanya single, dia bahkan telah menyiapkan album debut, yang rencananya dirilis dalam waktu dekat. wid
















