
Melisa menekankan, ini pertama kalinya Cleo –yang diproduksi oleh PT Sariguna Primatirta—mengadakan acara yang menggabungkan konsep pesta kuliner dengan pesta rakyat.

Melisa berharap, Cleo Festival Kuliner ini tidak hanya membuat pengunjung puas dan terhibur dengan kegiatan yang ada, tetapi sekaligus menjadi wadah untuk meningkatkan perekonomian para tenant yang notabene adalah pelaku usaha kuliner dan UMKM Surabaya.
Ditemui di tempat yang sama, Toto Sucartono, Direktur Sales PT Sariguna Primatirta menyatakan, acara ini menjadi kesempatan bagi warga Kota Surabaya untuk menambah pengalaman merasakan kuliner tradisional layaknya berwisata kuliner keliling Indonesia selama dua hari.
Sebab, kata Toto, ada lebih dari ratusan menu makanan daerah yang tersedia, mulai dari makanan asli Surabaya, Madura, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan berbagai daerah lainnya.
Berbagai macam kuliner mulai dari pecel semanggi, soto, sate Padang, pempek-pempek, gado-gado, hingga lumpia bisa dicicipi di festival ini.
“Semua disajikan oleh ratusan tenant terpilih dari pengusaha kuliner dan UMKM Jawa Timur,” tandasnya. Menurut Toto, festival ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan pendampingan bagi UMKM Surabaya.
“Sekarang anak-anak muda larinya lebih ke brand internasional. Untuk itu UMKM lokal didorong untuk memperkuat branding. kami akan mengadakan seminar tentang branding yang bisa menjadi pondasi mereka,” tuturnya. ap
















