Inilah Suasana Halalbihalal Warumas di Rumah Budaya Rakyat, Eko Pamuji dan Yousri Raja Agam Turut Semarakkan Parade Baca Puisi

0
549

Kebersamaan anggota Warumas saat Halalbihalal di Rumah Budaya Rakyat.

iniSURABAYA.com – Terus berusaha menebar virus literasi kebudayaan. Semangat itulah yang selalu dilakukan komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas) yang secara khusus menuangkan gagasan-gagasan emosional mereka dalam bentuk karya puisi.

Maka gelaran acara Halalbihalal yang diadakan komunitas ini Rumah Budaya Rakyat di Jl Karang Menjangan 21 Surabaya, Rabu (10/5 2023) tak lepas dari semangat tersebut.

Dr Eko Pamuji, Sekretaris PWI Jatim yang turut hadir di momen spesial itu misalnya, membaca puisi ‘Biarin’ karya Yusdhistira Ardi Nugraha.

Tak ingin kalah, HM Yousri Raja Agam, tokoh wartawan senior Jawa Timur, membaca geguritan (puisi bahasa Jawa) dengan cukup fasih. Penerima anugerah Press Card Number One (PCNO) dari PWI Pusat itu juga menceritakan pengalamannya saat awal berprofesi sebagai jurnalis.

Acara halal bihalal yang dihadiri sebagian besar anggota Warumas yaitu Imung Mulyanto, H.Karyanto, Achmad Pramudito, Aming Aminoedhin, Arieyoko, Sasetya Wilutama, Rokim Dakas, Kris Maryono, Toto Sonata dan Nurkhasanah Yulistiani kian semarak dengan aksi baca puisi secara bergantian.

Selain parade baca puisi, momen Halalbihalal juga dimeriahkan penampilan dagelan ludruk The Luntas oleh Robert Bayoned dan kawan-kawannya. Rumah Budaya Rakyat ini juga jadi markas grup ludruk milenial ‘The Luntas Indonesia’.

Hason Sitorus menerima buku antologi puisi dari Kris Maryono, Ketua Warumas.

Sehari-harinya, Rumah Budaya Rakyat yang menampung para pelaku UMKM ini merupakan tempat nongkrong alternatif yang cukup nyaman.

Selain sajian tontonan ludruk anak muda, pengunjung bisa menikmati aneka menu kuliner yang tersedia.

Di kesempatan tersebut, Hason Sitorus, pengelola Rumah Budaya Rakyat menyampaikan apresiasinya kepada Warumas yang tetap giat berkarya meskipun usia terbilang tidak muda lagi.

“Saya sangat bangga dan bahagia bisa membersamai rekan-rekan wartawan senior yang terus memegang teguh kreativitas untuk berkarya,” tuturnya.

Pensiunan ASN Pemkot Surabaya ini membuka pintu bagi anggota Warumas untuk berkarya dan berkreasi di Rumah Budaya Rakyat. “Mau membaca puisi, ingin main drama, ingin wayangan silakan. Apapun kreativitas yang dimiliki, monggo saya siap memfasilitasi,” imbuhnya.

Hason juga mengajak anggota Warumas terus mengembangkan potensi dirinya untuk berbuat lebih banyak kebaikan, melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Apa yang kita miliki ini akan lebih menyenangkan jika bisa bermanfaat untuk masyarakat. Di sisa usia ini saya juga ingin lebih banyak berbagi,” ucapnya.

Dia menambahkan,”Karena saya tidak tahu, mungkin saya pernah menyakiti hati orang lain, baik sengaja ataupun tidak sengaja. Mungkin saya juga pernah mengambil hak orang lain. Karena itu, untuk menebus kesalahan saya, saya mengajak rekan-rekan wartawan senior ini terus memberikan energi positif, energi yang membahagiakan bagi semuanya,” tandasnya.

Sementara Kris Maryono, Ketua Komunitas Warumas memaparkan, Warumas merupakan komunitas wartawan senior berusia di atas 50 tahun yang menaruh minat khusus terhadap karya puisi. Sejak pertama berdiri, tahun 2021, anggota Warumas sudah menerbitkan tiga judul buku antologi puisi.

Buku ke-3 berjudul ‘Wartakan Kemanusiaan Kutulis Puisi’ dirilis bulan Maret 2023 lalu di Balai Wartawan Jawa Timur. Saat ini Warumas sedang bersiap menerbitkan buku Antologi Puisi ke-4 bertema pariwisata Jawa Timur. wid

Comments are closed.