
Kolaborasi Hari Putra dan Duo Percussion berhasil panen standing ovation dari para komentator.

Caro dinilai kurang berinteraksi dan kurang chemistry ketika tampil berkolaborasi dengan saxophonist Sistha Anindya.
“Penampilan seperti ini yang saya mau. Perpindahannya cara nyanyi kamu dari dangdut ke latin jazz tadi berhasil. Jelas sekali perbedaannya. Improvisasi yang kamu nyanyikan pun tidak kalah dengan academia dari Filipina,” puji Dewi Perssik atas penampilan Hari Putra.
“Saya suka sekali dengan penampilan kamu. Biasanya kamu bawakan lagu-lagu slow, kali ini kamu berhasil bawakan lagu upbeat. Keseluruhan penampilan kamu sangat menarik,” tambah Sheer Anguillia komentator asal Singapura.
Kolaborasi Caro dan saxophonist Sistha Anindya menutup penampilan dari Grup 1. “Malam hari ini saya memberikan standing ovation untuk kamu, karena saya merasa penampilan kamu benar-benar tulus dan bersungguh-sungguh,” tutur Sheer Anguillia.
Dia menambahkan,”Saya lihat perkembangan kamu ya. Progress-nya sangat terlihat. Memang kontestan Timor Leste bagus-bagus ya di tahun ini. Kamu salah satu yang terbaik. Saya bangga sama penampilan kamu malam ini” imbuhnya.
Sedang Dewi Perssik menyatakan Caro punya kemajuan untuk segi cengkoknya. “Hanya mungkin kenapa aku tidak standing ovation, karena aku melihat kamu kurang berinteraksi dan kurang ada chemistry dengan teman kolaborasi kamu,” bebernya.
















