
Dr dr Irwan Bariian Immadoel Hag SpBS (K) memaparkan fenomena tumor otak dan upaya penanganannya di National Hospital Surabaya.
Misalnya, mutasi glia yang normal menjadi glioma. Irwan menambahkan, yang jelas, ada perubahan mutasi. “Ada juga faktor risikonya seperti terpapar radiasi tinggi, stres berlebihan, ada faktor genetik keluarga terkena tumor tapi itu bukan sesuatu yang pasti juga,” ujarnya.
Sementara itu, Ang Hoey Tiong, CEO National Hospital mengatakan, National Hospital juga memiliki beberapa Center of Excellence lainnya. Center of Excellence itu didirikan untuk menjawab kebutuhan medis dan layanan yang lebih komprehensif bagi pasien.
Seperti NH-DAPS yang tidak hanya menangani estetik tapi juga untuk rekonstruksi hingga plastic surgery, Stroke and Rehabilitation Center membantu pasien terutama pasien pasca-stroke dengan rehabilitasi medik yang menggunakan teknologi robotik, Surabaya Neuro Science yang berfokus terhadap pelayanan bedah saraf mulai dari epilepsi hingga parkinson.
“Kami berharap, Indonesia Brain Tumor Solution ini menjadi seperti oase di gurun pasir. Saya meyakini, Indonesia Brain Tumor Solution bisa membantu banyak orang khususnya suvivor tumor otak untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif melalui peralatan-peralatan canggih di National Hospital,” tuturnya. ap
















