
Sayembara Desain Kawasan Eks THR dan TRS melakukan survei lokasi.
“Penjurian juga mengacu pada kebutuhan Kota Surabaya saat ini dan kemudahan ter-realisasinya bangunan. Karena, desain bukan dibuat di lahan yang kosong, tetapi sudah terbentuk lingkungan di sana, setiap lingkungan punya potensi masing-masing,” kata Retno ditemui di kawasan eks THR dan TRS.
Retno menambahkan, penilaian atau penjurian juga akan melihat keterkaitan desain dengan Kota Lama Surabaya yang berawal dari pusat perdangangan.
“Kota Lama di Surabaya berbeda dengan Semarang atau Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan. Kalau di Surabaya adalah pusat perdangan, tempat pameran atau industri yang dipadukan dengan hiburan rakyat. Bagaimana keterkaitan ini juga akan kita lihat,” imbuhnya.
Salah satu peserta, Adinda Putri mengatakan bahwa dirinya sangat antusias mengikuti setiap tahap dari sayembara desain yang diadakan Pemkot Surabaya ini. Dia dan timnya sudah memiliki konsep untuk mengintregasikan Hi-Tech Mal dengan bangunan lainnya.
“Konsep kami mengintegrasikan area Hi-Tech Mall yang sudah ada, karena bangunan semegah itu tidak mungkin dihancurkan. Jadi bagaimana kami berusaha membuat satu bangunan dengan lain terkoneksi dengan lingkungan yang ada,” kata mahasiswa ITS itu.
Adinda berharap, desain yang dibuatnya nanti bisa memberi sumbangsih untuk bangunan eks TRS dan THR di masa depan.”Semoga apa yang kami buat nantinya bisa menjadi identitas baru bagi Kota Surabaya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sayembara desain eks kawasan TRS dan THR dibuka mulai 18 Juni 2024 dan pengumpulan karya akan dilakukan pada 8 Agustus 2024. Kemudian sekitar awal September akan diumumkan pemenangnya dalam awarding yang diadakan Pemkot Surabaya. riz
















