
Amang Mawardi (kedua dari kiri) saat launching buku 'Seperti Obrolan Warung Kopi' di Balai Wartawan Graha A Azis, Jl Taman Apsari Surabaya, Jumat (27/12/2024). Hadir dalam acara itu antara lain Hariono Santoso, mantan Dirut TVRI Pusat dan Yusron Aminulloh, CEO De Durian Park.
Buku ke-17 Amang ini dilengkapi tulisan Dhimam Abror tentang story telling. Menurut dosen Universitas dr Soetomo tersebut, di dunia kepenulisan maupun dunia jurnalistik, story telling merupakan genre yang masih tetap populer sampai kapanpun.
“Bahkan, majalah Tempo yang menjadi pioner jurnalisme sastrawi menerapkan teknik story telling dalam penulisannya,” kata Dhimam Abror.
Sedangkan titik temu antara jurnalistik dengan story telling adalah, jurnalistik mencari kebenaran melalui liputan dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan pengkayaan melalui riset.
Sementara story telling, lanjut Abror yang juga sempat menjadi Pemimpin Redaksi Harian Surya ini, berperan untuk menyampaikan fakta secara sederhana dan apa adanya.
Amang Mawardi memulai karier sebagai koresponden harian Pos Kota sejak 1975 hingga 1986, kemudian melanglang di beberapa surat kabar. Antara lain Mingguan Surya dan sempat menjadi Redaktur Pelaksana Majalah Bank Jatim.
Tahun 2002 ia menerima penghargaan dari Gubernur Jatim kategori Penggerak Kesenian. Kini, bersama komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas), Amang sedang mempersiapkan penerbitan buku antologi puisi yang ke-tujuh. ap
















