Apresiasi Antusiasme Peserta Lomba Kreasi Puisi: “Ternyata Masih Ada Kecintaan Gen-Z pada Puisi”

ILUSTRASI: Anggota komunitas Warumas saat bikin acara Baca Puisi Bareng Mahasiswa Universitas Bojonegoro.
Toto mengatakan, dari deretan karya yang diterima para juri, ide bisa dari mana saja. “Bahkan peristiwa sehari-hari pun bisa jadi puisi. Dan itu sah-sah saja,” cetus penasehat Dewan Redaksi portal berita lensaindonesia.com ini.
Toto lalu menunjuk karya berjudul ‘Cerita di Balik Pintu Lift’ karya Finishia Putri Ashahra, pelajar SMKN 3 Pacitan sebagai contoh. “Puisi ini mengungkap kegagapan penulis di depan lift,” imbuhnya.
Tema keseharian, lanjut Toto, juga ditulis Mosza Vanduradarma yang sama-sama pelajar SMKN 3 Pacitan dalam karyanya berjudul ‘Mimpi Warung Kopi’.
“Puisi di era sekarang memang tidak harus dirangkai dengan kata-kata yang mendayu-dayu seperti zaman Pujangga Baru,” cetusnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Lomba Kreasi Puisi yang diselenggarakan dalam rangkaian perayan HUT ke-8 iniSurabaya.com dan peringatan Hari Pers Nasional 2025 ini diikuti 128 peserta yang terdiri dari murid-murid SMP, SMA dan sederajat dari sejumlah kabupaten/kota se-Jawa Timur.
















