
Prof M Mahfud MD saat tampil dalam kajian yang diadakan Kanwil DJP Jawa Timur I. (foto: dok)
“Bekerja keraslah demi keluarga dan negara. Tapi ingatlah, kejujuran harus tetap dijunjung tinggi,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2008–2013 ini.
Karena, lanjut Mahfud, sekali melangkah salah atau melanggar hukum, dampaknya sangat luar biasa. “Tidak saja kena sanksi hukum negara, tetapi juga sanksi sosial,” urainya.
Sementara Sigit Danang Joyo, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I menyampaikan bahwa, kajian ini merupakan bagian dari upaya pembinaan spiritual bagi pegawai, guna memperkuat nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang keuangan negara.
“Kami berharap, kajian ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh pegawai bahwa bekerja bukan hanya soal pencapaian target. Tetapi juga tanggung jawab moral dan integritas yang harus dijaga,” ucap Sigit usai kajian spesial Ramadan 1446 H di Masjid Salahuddin Kanwil DJP Jatim I Surabaya.
Menurut Sigit, dengan iman yang kuat, semua orang dapat bekerja lebih baik, lebih jujur dan lebih professional. Karena itu, kajian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pegawai DJP untuk terus mengedepankan prinsip kejujuran dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
“Sehingga, semua karyawan dapat berkontribusi lebih baik dalam mengoptimalkan penerimaan negara demi kemajuan Indonesia,” tegasnya. wid
















