
Sementara itu, Lutfil Hakim, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim mengatakan, memperingati Hari Kartini bukan sekadar perayaan, tetapi sebagai upaya membangun semangat pemberdayaan wanita.
“Saya kira ini perlu keterlibatan seluruh stakeholder media, keluarga besar pers, termasuk para istri jurnalis,” katanya.
Selain itu, lanjut Lutfil, yang tak kalah penting adalah spirit Kartini itu bisa terus digelorakan dan menjadi gerakan yang kemudian membuat kaum wanita lebih berdaya dan dihargai.
“Saya kira dari unsur pers harus menjadi backbone dari spirit tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Pak Item ini.
Lutfil juga berpesan agar acara-acara seperti ini tidak hanya seremonial. Tetapi yang harus menjadi penekanan adalah spirit yang diusung Kartini.
















