
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya
Demi memastikan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar formalitas, Eri Cahyadi melakukan evaluasi terhadap paparan visi-misi para kandidat. Ia menilai sebagian besar masih bersifat umum, sehingga diperlukan tolok ukur yang lebih konkret, terutama untuk perangkat daerah yang menangani isu-isu strategis.
“Ambil contoh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dengan volume sampah mencapai 1.600 ton per-hari, komitmen yang diharapkan harus terukur. Misalnya target penurunan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi 1.300 ton,” urainya.
Demikian pula dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Wali kota dua periode ini menegaskan bahwa penanganan banjir harus berdasarkan target yang jelas dan terukur.
“Saat menyelesaikan permasalahan titik banjir, para calon harus mampu menyebutkan secara spesifik penurunan jumlah titik banjir, dari angka berapa menjadi berapa,” paparnya.
Dalam sektor transportasi dan perhubungan, Eri Cahyadi melihat potensi besar yang belum tergarap secara optimal, khususnya dari sektor parkir.
















