
Rasyiqa (foto: dok)
Walau ditulis di masa dan suasana hati berbeda-beda, lagu-lagu pada album ini akhirnya membentuk satu alur emosional yang utuh dari rasa bingung menuju kejelasan, dari keinginan untuk dipilih seseorang yang kerap dicintai, lalu akhirnya bisa menemukan kekuatan untuk memilih diri sendiri.
“Apa yang awalnya terasa acak dan tercerai-berai, perlahan-lahan menjadi potongan puzzle yang saling melengkapi,” imbuhnya.
Lagu utama dari album ini, ‘Mend This Break’, menjadi semacam penutup dan titik balik dari semua ini. Lagu pop-rock yang ditulis bersama Dennis Ferdinand dan Heston Prasetyo ini tidak lagi bicara soal mencari penutup dari luar, tapi justru tentang menoleh ke dalam, berdamai dengan versi diri yang dulu, dan memilih untuk tumbuh dari kekacauan yang dulu begitu dijaga erat.
Ditulis sebagai surat untuk diri sendiri setelah semua ‘recklessness’ yang pernah ada, lagu ini menangkap momen ketika self-love berhenti jadi konsep, dan berubah jadi keputusan. “Alasan kenapa saya pilih lagu ini sebagai single utama adalah ‘Mend This Break’ itu kebalikan dari Reckless,” kata Rasyiqa.
Waktu lagu ‘Reckless’ keluar pertama kali, Rasyiqa mengaku masih tidak yakin dengan perasaannya sendiri. “Kayak saya nunggu seseorang buat lihat saya. Tapi di ‘Mend This Break’, akhirnya saya sadar, ternyata semua cinta dan ketenangan yang saya butuhkan itu datangnya dari diri sendiri. Saya tidak menunggu lagi untuk siapapun,” tegasnya.
















