
“Tapi semua oke saja kok. Meski ada yang kesrimpet-srimpet karena tidak pernah pakai rok lebar,” kata penulis buku biografi ini seraya tertawa lebar.
Dalam drama yang berdurasi sekitar dua jam itu Eri Cahyadi berperan sebagai Residen Sudirman.
Drama yang melibatkan berbagai elemen komunitas ini diakui penonton menarik. “Saya sampai mbrebes mili melihatnya. Apalagi pas insiden perobekan bendera,” ujar Ulfa, salah satu penonton yang memadati Jalan Tunjungan.
Teatrikal perobekan bendera yang digagas seniman Heri Lentho itu tak hanya menimbulkan rasa bangga dan haru, tetapi juga kekhawatiran. Bisa dibayangkan sejumlah pemeran harus menaiki tangga menara Hotel Majapahit untuk merobek bendera Merah Putih Biru yang pada saat itu dikibarkan untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina.
Namun di tengah pesta itu, para pemuda Surabaya tidak terima bendera penjajah dikibarkan, hingga terjadilah insiden perobekan pada 19 September 1945. wid

















