Pee Wee Gaskins Hadirkan Tribute untuk Band-Band Generasi 90’s dan 2000-an di EP ‘Salute from Pee Wee Gaskins : Putar Waktu Kembali’

0
296

iniSURABAYA.com – Pee Wee Gaskins memulai babak baru karier musik mereka setelah bergabung dengan label WeCord Evermore. Mereka langsung tancap gas dengan merilis lanjutan dari mini album (EP) terdahulu, ‘Salute to 90’s’.

Kini dengan judul ‘Salute from Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali’, mereka menyanyikan ulang lima lagu yang populer pada masanya.

Band beranggotakan Alditsa ‘Dochi’ Sadega (bass/gitar/vokal), Muhammad Fauzan ‘Sansan’ Santoso (gitar/vokal), Harry ‘Ayi’ Pramahardhika (gitar/bas/vokal latar), Reza ‘Omo’ Satiri synth/keys/sample/gitar/vokal), dan Renaldy ‘Aldy’ Prasetya (drum) ini menghadirkan ‘Piknik 72’ (Naif, rilis 29 Agustus), ‘Terbang’ (Gigi, rilis 5 September), ‘Aku Ingin’ (/Rif, rilis 12 September), ‘Bermimpi’ (Base Jam, rilis 19 September; dan ‘Konservatif’ (The Adams, rilis 26 September).

“Sebenarnya, ini lanjutan EP kami di tahun 2018, Salute to 90’s. Namun, kali ini, kami tidak membatasi rentang tahun tertentu saja dan dibuat lebih luas lagi,” ungkap Ayi.

Ayi menyatakan, secara konsep, ini merupakan tribute untuk band-band yang diidolakan Pee Wee Gaskins, dan mereka dengarkan di masa dulu. “Total ada lima lagu dengan proses pemilihan lagunya dilakukan oleh kami berlima dan diskusi oleh tim WeCord Evermore,” tegasnya.

Pembuatan ‘Salute from Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali’ memang tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 1,5 bulan. Tapi, perjalanan mereka hingga album ini rampung ternyata memiliki cerita tersendiri.

“Meski pengerjaannya tergolong cepat, namun pada prosesnya, kami cukup menghadapi tantangan, terutama dalam hal pemilihan lagu,” ujar Omo.

Dia mengaku ada beberapa lagu yang seharusnya jadi pilihan mereka. “Namun sayang sekali, tidak mendapat izin dari penciptanya. Jadi kami harus mencari lagu lain,” urainya.

Menurut Aldy, pembuatan album yang tergolong singkat ini dikarenakan WeCord dan Pee Wee Gaskins pernah bekerja sama dan tim label juga sangat membantu dalam pemilihan lagu, perizinan dengan penciptanya, hingga masuk rekaman.

Karena itu, meski ini album pertama di bawah label WeCord Evermore, mereka tidak menemukan kesulitan yang berarti. Lalu, apakah ada alasan untuk langsung membuat EP sebagai projek perdana mereka di label baru?

“Album ini memang meneruskan projek EP Salute to the 90’s. Kami sudah punya rencana untuk memperpanjang projek ini ke depannya dan mencoba mewujudkannya di sini,” kata Aldy.

Selain itu, lanjut Aldy, rasanya agak tanggung kalau hanya mengeluarkan single. Karena banyak yang ingin kami eksplorasi, jadilah dimasukkan lima lagu sekaligus,” cetusnya.

Mengusung kata ‘salute’ dalam judulnya, Sansan menyebutkan bahwa, meski dibentuk sesuai nafas Pee Wee Gaskins, namun aransemen lagu-lagu ini tetap ‘menghormati’ dan tidak menghilangkan esensi lagu originalnya.

Pee Wee Gaskins juga ‘menyuntikkan’ synthesizer ke lima lagu ini sebagai benang merah dan keunikan mereka. Lewat album ini, Pee Wee Gaskins ingin mengenalkan lagu-lagu yang menemani mereka berlima tumbuh besar secara personal kepada generasi sekarang.

“Semoga fans dari band yang sudah kami kurasi ini tetap bisa menikmati karya-karya ikonik dengan aransemen khas kami,” begitu harap Sansan.

Seperti halnya album terdahulu, bagi Dochi, EP ini adalah penghormatan dan apresiasi terhadap band-band tersebut. “Band-band ini sudah menyalakan semangat aku bermusik saat pertama kali mendengarkan mereka dulu. Membawakan ulang karya mereka, kembali membuatku bersemangat. Bangga sekali rasanya bisa menyanyikan lagu-lagu dari ‘pahlawan’ yang aku kagumi,” ucapnya.

Tidak hanya bisa menghibur, Dochi berharap lagu-lagu ini akan mengenalkan Pee Wee Gaskins ke orang-orang yang belum pernah mendengarkan musik mereka. “Serta lebih memperluas penggemar serta pendengar kami,” pungkasnya.

EP terbaru Pee Wee Gaskins, ‘Salute from Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali’ bisa didengarkan per-track mulai 29 Agustus di berbagai platform musik digital. */ana

Comments are closed.