
Para Pecinta Tanah Air (Peta) menyiapkan aksi kebangsaan di Hari Sumpah Pemuda. (foto: dok)
Dalam sejarahnya, Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan secara instrumental dalam Kongres Pemuda II tahun 1928. Lirik lengkapnya menyebar lewat harian Sin Po dan menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan.
Kini, di pusara penciptanya di Jalan Kenjeran, Surabaya, semangat itu kembali dinyalakan para Selasa (28/10/2025).
Lebih dari 30 komunitas kebangsaan bergabung, antara lain Begandring Surabaya, Komunitas Kebaya Indonesia, Buleks Community 99, dan LSM Jas Merah.
Acara bertema ‘Sumpah di Hadapan Sang Pencipta Indonesia Raya’ dikemas dalam bentuk teatrikal, doa lintas iman, dan tabur bunga. Suasana berlangsung khidmat, heroik, dan penuh refleksi.
Gerakan ini diharapkan menjadi momentum nasional untuk kembali memahami Indonesia Raya sebagai doa kolektif bangsa. Dari makam WR Soepratman, pesan itu bergema,”Indonesia adalah janji abadi untuk dijaga dan dimuliakan”. (Rokimdakas/Penulis Surabaya)
















