
Tim Line Dance PWI Jatim sedang berlatih menjelang pementasan Parade Surabaya Juang-Surabaya Epic. (foto: dok LD PWI Jatim)
Ita mengaku bangga dan bersyukur bisa ikut dalam kegiatan bersejarah di kotanya. “Kami sangat berterima kasih kepada Cak Heri Lento yang sudah memberi kesempatan kepada Tim LD PWI Jatim dan Parfi Jatim untuk ikut ambil bagian dalam Parade Surabaya Juang. Ini menjadi kehormatan bagi kami karena bisa turut menyalakan kembali semangat perjuangan lewat seni dan budaya,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Wartawan senior itu menyatakan, dalam parade kali ini timnya akan tampil mengenakan kebaya tempo dulu yang menggambarkan sosok para perempuan pejuang di masa lalu. Dengan balutan kebaya klasik, selendang, dan tata rias sederhana khas era 1940-an, anggota tim LD PWI Jatim akan menampilkan sisi anggun sekaligus tangguh dari perempuan Indonesia yang berjuang tanpa pamrih.
“Kami ingin menghadirkan sosok perempuan masa perjuangan yang sederhana tapi penuh keberanian,” ungkap ibu satu anak itu.
Simbol Solidaritas dan Pengorbanan Perempuan
Selain tampil dalam formasi ‘Mbok Dar Mortir’ yang diperankan Wira Lina, artis sekaligus Ketua Parfi Jatim, tim ini juga akan menghidupkan suasana dapur umum dan PMI, simbol solidaritas dan pengorbanan kaum perempuan yang menyiapkan logistik dan kebutuhan para pejuang di medan perang.
Tim LD PWI Jatim dan Parfi Jatim juga akan berinteraksi dengan masyarakat yang menonton di sepanjang rute parade. “Agar semangat juang itu bisa menular, terutama kepada generasi muda yang menyaksikan parade ini,” kata wartawan yang juga penulis buku ini.
















