Rayakan Imlek di Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Hadirkan Budaya dan Kuliner Pecinan

Foto: dok. Diskominfo Kota Surabaya
Herry menyatakan, rangkaian kegiatan dalam Kya-Kya Chunjie Fest 2026 tidak hanya terpusat pada malam hari, tetapi juga diawali dengan kegiatan walking tour yang akan digelar pada 7 dan 14 Februari 2026 pukul 09.00.
Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan kesenian Tionghoa, lebih dari 50 tenant kuliner khas pecinan, dan mini games berhadiah setiap hari.
“Seluruh tenant kuliner merupakan UMKM Surabaya, dan mayoritas performer berasal dari komunitas Tionghoa serta pelaku seni warga Surabaya. Ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha lokal,” paparnya.
Dampak ekonomi yang diharapkan antara lain peningkatan omzet harian UMKM di Kya-Kya Kembang Jepun, bertambahnya pendapatan tenaga kerja warga sekitar, termasuk pengemudi becak wisata, serta meningkatnya eksposur bagi pelaku usaha sektor pariwisata di kawasan tersebut.
Untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran selama festival berlangsung, Disbudporapar telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Koordinasi dilakukan dengan sejumlah perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pemangku wilayah setempat, termasuk konsolidasi pengamanan dengan kepolisian setempat.
Selain itu, panitia juga menambah fasilitas tempat duduk guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati festival ini dengan aman, nyaman, dan tertib, sehingga Kya-Kya Chunjie Fest benar-benar menjadi ruang perayaan budaya yang inklusif dan menyenangkan bagi semua,” pungkasnya. */wid/ap
















