
Peserta sharing session yang digelar DPC HPI Surabaya di Gedung De Javasche Bank, kawasan Kota Lama Surabaya. (foto-foto: IST)
iniSURABAYA.com – Upaya memperkuat pemahaman sejarah dan pelestarian warisan budaya terus dilakukan DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Surabaya. Salah satunya melalui kegiatan Sharing Session yang digelar di Gedung De Javasche Bank, kawasan Kota Lama Surabaya, Rabu (3/6/2026).
Pemilihan De Javasche Bank sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Bangunan bersejarah yang berada di Jalan Garuda No 1, Surabaya, merupakan salah satu ikon Kota Lama Surabaya yang memiliki nilai historis tinggi serta menjadi saksi perkembangan ekonomi dan perdagangan kota sejak masa kolonial.
“Sebagai pusat aktivitas keuangan pada masa Hindia Belanda, bangunan ini menyimpan banyak cerita tentang dinamika ekonomi, perdagangan, dan perkembangan Kota Surabaya yang masih dapat ditelusuri melalui jejak arsitektur maupun dokumentasi sejarah yang ada,” ujar Agustina Setiarini, Ketua DPC HPI Surabaya.
Menurutnya, suasana bangunan kolonial yang masih terawat memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi peserta dalam memahami pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas kota.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai ‘Kebanksentralan BI’ yang disampaikan oleh Daryl Raihanata dari Bank Indonesia Surabaya. Sementara materi tentang sejarah dan perkembangan Kota Lama Surabaya dipaparkan oleh Prof Dr Purnawan Basundoro dari Universitas Airlangga.
















