
Untuk sisi kreatif dan teknis, film ini turut melibatkan James Mather dan Tarn Willers di departemen tata suara, sinematografer Haris Zambarloukos, serta editor George Cragg dan Martina Zamolo.
Dengan menggabungkan rekaman panggung, suasana backstage, wawancara, dan momen-momen personal sepanjang tur, ‘Oasis: Don’t Look Back in Anger’ tidak sekadar menawarkan nostalgia. Film ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah band yang sempat terpisah selama bertahun-tahun kembali menemukan jalannya menuju panggung—dan bagaimana musik mereka kembali mempertemukan jutaan penggemar.
Setelah penantian panjang, Oasis akhirnya punya cerita reuni yang bisa disaksikan kembali di layar lebar. */ana/ap
















