Anggap Merek sebagai Aset Perusahaan, Ini Strategi Agar Tao Kae Noi Jadi Merek Pertama yang Dicintai Konsumen

Itthipat Peeradechapan menerima IP Champion 2020.

iniSURABAYA.com – Merek dagang merupakan aset berharga bagi sebuah perusahaan. Untuk menjaganya, Tao Kae Noi –produsen makanan ringan asal Thailand berbahan dasar rumput laut, mendorong pendaftaran intelektual property atau perlindungan hak kekayaan intelektual di berbagai negara di seluruh dunia termasuk Amerika, Eropa, Asia Tenggara dan Cina.
Mereka tak henti memantau pelanggaran hak merek dagang baik di Thailand maupun di luar negeri. Upaya mereka berbuah manis hingga Tao Kae Noi berhasil meriah penghargaan IP Awards 2020, Kategori Merek Dagang dari Departemen Kekayaan Intelektual Kementerian Perdagangan (DIP – Department of Intellectual Property) Thailand baru-baru ini.
“Meski Tao Kae Noi bukan merek pertama yang masuk pasar, namun kami harus menjadi merek pertama yang dicintai konsumen,” ungkap Itthipat Peeradechapan, CEO TaoKaeNoi Food and Marketing Public Company Limited.
Menurut pria yang akrab disapa Tob ini, ‘Tao Kae Noi’ yang awalnya kecil menjadi merek utama yang unggul dengan perlindungan hak atas kekayaan intelektual.
Saat menerima penghargaan IP Champion 2020 di Bangkok, Tob juga menyampaikan komitmen Tao Kae Noi untuk memfokuskan pada perlindungan hak kekayaan intelektual, khususnya merek dagang.
“Kami berniat membangun merek Tao Kae Noi agar dikenal dan dikenang sebagai merek Thailand yang berkualitas dan telah memperoleh pengakuan internasional,” tutupnya.
Tao Kae Noi melakukan strategi ekspansi bisnis dengan melakukan Line Extension dan Brand Extension dan berkolaborasi dengan merek internasional terkenal (co-branding) dalam mengembangkan produk baru Tao Kae Noi.
Tak hanya itu, Tao Kae Noi juga melibatkan artis untuk mendorong trending topic seperti Sehun, anggota EXO, F4, GOT7, 2PM, SBFIVE, juga artis pendukung seperti BlackPink, Nu’Est dan Kang Daniel. wid
















