Mahasiswa LaSalle College Diberi Tantangan Desain Lip Cup, Ternyata Begini Hasilnya

0
1246
Mahasiswa LaSalle College Surabaya berhasil unjuk karya pada lip cup minuman kemasan Fontaqua.

iniSURABAYA.com – Bermula dari tantangan untuk mendesain label dan kemasan produk minuman, empat mahasiswa LaSalle College Surabaya berhasil menunjukkan kreasi mereka pada sebuah lip cup Fontaqua.

Empat mahasiswi Jurusan Graphic Design LaSalle College Surabaya itu adalah Aulia Widad Ashianty, Fabiola Elfriede Utami, Valensia Amelia Aprilita, dan Fiorenza The.

Haryanto Setiawan Wiyoto, Marketing Manager PT Atlantic Biruraya –produsen Fontaqua—memuji karya desain mahasiswa tersebut.

“Mereka ini ‘fresh from the oven’, tetapi sudah bisa hasilkan karya luar biasa. Tantangan ini sekaligus bisa jadi pengalaman luar biasa juga bagi mahasiswa,” tuturnya kepada iniSurabyaa.com usai penganugerahan penghargaan pada mahasiswa LaSalle College Surabaya.  

Lebih lanjut, Haryanto menyatakan, pihaknya pasrah pada kreativitas para mahasiswa LaSalle College tersebut untuk bikin desain kemasan produk Fontaqua. “Ada proses tutorial dan mentoring. Juga banyak revisi sebelum akhirnya diputuskan karya yang terbaik,” paparnya.

Haryanto menekankan, idealisme akademisi belum tentu bisa diterima pasar. “Sebaliknya di pasar yang disajikan adalah desain yang kaku. Jadi akademisi bisa eksplorasi lebih kreatif sehingga kemasan produk bisa dinikmati pasar,” imbuhnya.

Menurut Haryanto, tantangan yang diberikan pada mahasiswa LaSalle College Surabaya itu sebagai bagian dari upaya redesain produk air minum kemasan yang selama ini sudah dikenal luas di Bali Timur, khususnya di kawasan Ubud, Gianyar, dan Karangasem.  

Untuk ‘pekerjaan’ tersebut, PT Atlantic Biruraya menggandeng LaSalle College Surabaya. “Kami beri kepercayaan pada anak muda untuk berekspresi. Mereka kan selama ini diremehkan karena fresh graduate, atau bahkan belum lulus,” tegasnya.

Haryanto menambahkan, selain Cheers –yang juga produk PT Atlantic Biruraya—Fontaqua adalah brand yang sangat kuat di Bali. “Kami ingin ada sentuhan art tinggi untuk membantu mendekatkan produk pada masyarakat,” urainya.

Haryanto berharap tantangan pada mahasiswa LaSalle College Surabaya itu bisa memberi ‘image’ baru karena Fontaqua belum pernah ganti desain lip cup-nya sejak pertama hadir pada tahun 1986.

Haryanto menandaskan, kerjasama yang berhasil pada proyek desain lip cup tersebut akan dikembangkan untuk desain lain. “Seperti misalnya desain merchandise. Pasti banyak inspirasi desain yang dihasilkan murid di jenjang kuliah seperti mereka ini,” cetusnya.

Bahasa Visual
Sementara BG Fabiola Natasha, Program Coordinator Graphic Design LaSalle College Surabaya menyatakan, keempat mahasiswa tersebut sangat antusias mengkomunikasikan idenya lewat bahasa visual dalam bentuk, gambar dan tulisan.

Masing-masing memberikan tiga alternatif desain. Tidak seperti pada umumnya desain lid cup air mineral, mereka mengusung berbagai gaya desain. Ada yang menghadirkan elemen Bali dalam bentuk vector dan berwarna kuning keemasan. Gambaran sumber mata air beserta pohon kelapa yang menjadi ciri khas
Bali juga menjadi salah satu pilihan mahasiswa. Ada yang menempatkan beberapa ikon khas Bali.

Dan ada yang memvisualkan susasana Bali dengan gaya lukisan impresionisme. Pada tahap ini, mahasiswa juga mempresentasikan konsepnya kepada pihak klien. Setelah melalui beberapa kali revisi untuk mematangkan konsep, proses akhirnya adalah membuat desain secara digital yang disesuaikan bentuk lid cup.

“Seorang desainer harus berani berpikir out off the box. Namun tetap mengingat bahwa lid cup juga sebagai media komunikasi sebuah produk. Maka elemen dan informasi wajib tertera seperti nama perusahaan,logo produk, kode produksi, berat bersih dan lain-lain,” bebernya.

Penataan prinsip desain yang tepat juga perlu diperhatikan untuk mendapat kesempurnaan. Dosen yang juga seniman ini menambahkan bahwa dengan memberikan kesempatan pada mahasiswa mengerjakan proyek dari produk nyata adalah untuk mempersiapkan diri ketika nantinya mereka memasuki dunia kerja.

Melalui kreasi tersebut, lanjut Fabiola, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengerti dari teori tetapi memiliki pengalaman dalam praktek. “Semoga kolaborasi ini menjadi motivasi mahasiswa LaSalle untuk berani berkarya lebih baik lagi, mengikuti perkembangan dunia desain dan teknologi,” pungkasnya. ana

Comments are closed.