Jaga Kualitas Udara, Pemkot Surabaya Galakkan Kembali Gerakan Sajisapo

0
452

Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

iniSURABAYA.com – Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai upaya untuk menjaga kualitas udara di Kota Pahlawan agar tetap bersih dan layak hirup. Upaya itu diantaranya, mulai dari penanaman 1000 pohon setiap hari, cek rutin uji emisi kendaraan, hingga pemantauan udara.

Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menegaskan, upaya pemkot menjaga kualitas udara di Kota Surabaya agar tetap baik yaitu menggalakkan kembali gerakan Satu Jiwa Satu Pohon (Sajisapo).

“Kami nggak mau kondisi oksigen di Kota Surabaya ini (kualitasnya) berkurang. Maka dari itu, kami melakukan penanaman terus-menerus,” kata Hebi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/8/2023).

Menurut Hebi, penanaman 1.000 pohon setiap hari ini dilakukan di seluruh wilayah Kota Surabaya. Utamanya, dilakukan penanaman pohon di kawasan yang tingkat lalu lintas kendaraannya tinggi, seperti di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Margomulyo.

Hebi menekankan, penanaman ribuan pohon itu tidak asal dilakukan, karena DLH Kota Surabaya juga mempertimbangkan estetika agar sedap dipandang. “Tanaman di Jalan Ahmad Yani akan diperbanyak, juga di Margomulyo. Kami mempertimbangkan estetika juga, misal terlalu banyak atau rapat kan nggak bagus,” paparnya.

Ke depannya, DLH akan menggalakkan kembali gerakan Sajisapo di Kota Surabaya. Gerakan Sajisapo ini dilakukan setiap kali ada kelahiran baru di lingkungan perkampungan.

Tak hanya itu, ia juga mengajak warga Surabaya untuk peduli terhadap lingkungan di sekitarnya dengan cara menanam pohon, baik tanaman perdu maupun semak.

“Jadi setiap ada bayi lahir, maka warga diwajibkan untuk menanam satu pohon,” ujarnya.

Hebi menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak khawatir terkait adanya kabar kualitas udara di Kota Surabaya buruk. Sebab, berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) per Januari-Agustus 2023, 20 persen dalam kondisi baik dan 70 persen kondisi sedang alias masih layak hirup.

“Kondisinya baik dan sedang, belum parah, artinya masih sehat dan masih layak hirup. Jadi Surabaya saat ini masih baik-baik saja,” tandasnya. wid

Comments are closed.