12 Ustadz Terbaik Lolos ke Babak Selanjutnya Bikin Kompetisi ‘Beraksi di Rumah Saja’ Kian Sengit

462 views
Nadita, qoriah asal Kalimantan Timur bersenandung Salawat Nabi Muhammad SAW bersama Hari LIDA.

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Program ‘Ramadan di Rumah Saja’ yang tayang di layar Indosiar setiap hari pukul 22.30 WIB, kali ini menampilkan Gilang Dirga bersama Keluarga Ambyar yang terdiri dari Soimah, Irfan Hakim, Rara LIDA dan Jirayut, Selasa (12/5/2020).

Mereka menghibur pemirsa dengan tetap menebar kebaikan melalui segmen ‘Indonesia Mengaji’. Malam itu pemirsa Indosiar diajak bersama-sama membacakan lafadz Basmallah yang baik dan benar dibimbing Ustadz Nasrullah.

Tiga qoriah asal tiga provinsi juga tampil membacakan surat bertema ‘Waktu Mustajab Untuk Berdoa’. Dani (Sumatera Barat) tampil sebagai qoriah pertama yang membacakan surat Al Isra ayat 78-80.

“Suara Dani Rancak Bana,” puji Irfan Hakim.

Qoriah selanjutnya adalah Dini (Jateng) dengan surat Ali Imran ayat 16-18. Dini yang sebelumnya sempat mengikut audisi ajang pencarian bakat D’Academy 4 buktikan kemampuan mengajinya dengan suara yang merdu.

Nadita (Kalimantan Timur) tampil sebagai qoriah terakhir yang membacakan surat Al Muzammil ayat 20. Nadita bersama Hari LIDA mengajak pemirsa Indosiar untuk bersenandung Salawat Nabi Muhammad SAW.

Setelah melewati proses penilaian, Dewan Juri menetapkan Dani (Sumatera Barat) sebagai qoriah Terbaik 1 malam itu dan melaju ke babak selanjutnya. Ustadzah Mumpuni menutup program ‘Ramadan di Rumah Saja’ dengan tausiyah yang berisi pesan sangat berharga.

“Jadikan doa dan usaha sebagai penolong di dunia dan di akhirat. Mari sama-sama produktif di masa social distancing saat ini,” tuturnya.

Sementara program ‘Beraksi di Rumah Saja’ yang tayang setiap hari mulai pukul 02.00 WIB dipastikan semakin sengit dengan tausyiah yang kaya pesan moral sesuai akidah Islam.

Program yang tayang jelang waktu sahur itu dipandu Ramzi, Abdel, dan Lesti DA. Tiga peserta yakni Ulin (Cilacap), Doni Dion (Bekasi), dan Ozan (Tangerang) menjadi peserta terakhir yang tampil di babak Top 15 ‘Beraksi di Rumah Saja’.

Lewat judul tausiyah ‘Pesan Corona yang Sangat Bermakna’, Ozan (Tangerang) mendapat pujian dari Ustadz Solmed. “Saya selalu senang dengan sulap-sulap yang ditampilkan Ustad Ozan. Kali ini analogi sulapnya luar biasa. Analogi yang bisa menjadi gambaran bahwa manusia memang kecil di mata Allah SWT,” puji Ustadz Solmed.

Seluruh keluarga Ambyar bersama Dewan Juri dan Hari LIDA turut menyimak ketika Dani (Sumatera Barat) membacakan ayat suci Al Quran.

Keberuntungan pun berpihak pada Ozan (Tangerang). Walaupun akumulasi perolehan nilai dari Dewan Juri dan polling pemirsa menetapkan Ozan berada di posisi terakhir. Namun Ozan (Tangerang) beruntung mendapatkan wild card sehingga berhasil melaju ke babak Top 12 ‘Beraksi Di Rumah Saja’.

Kedua belas ustadz terbaik telah terbagi menjadi empat kloter yakni Kloter Ar Rahman yakni Il Al (Garut), Tamami (Jakarta), dan Wardi (Nusa Tenggara Timur). Selanjutnya Kloter Ar Rahim yakni Hafidz (Banten), Hari (Purwokerto), dan Novri (Riau).

Sementara Doni Dion (Bekasi), Ozan (Tangerang), dan Suwandi (Riau) berada di Kloter Al Malik serta Mumuy (Lampung), Ulin (Cilacap), dan Zaki (Jakarta) berada di Kloter Al Quddus. wid

#indonesiamengaji #indosiar #ramadandirumahsaja

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)