PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 5 April, Khofifah: Kasus Harian Covid-19 Turun dari 1.100 Jadi 300

272 views
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur

iniSURABAYA.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Jawa Timur dipastikan bakal diperpanjang kembali. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur menegaskan pelaksanaan PPKM Mikro di wilayah ini dilanjutkan hingga 5 April 2021.

Perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro ini, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2021 tanggal 19 Maret 2021. Khofifah menyatakan dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, intervensi PPKM Mikro dinilai sangat efektif menurunkan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

“Alhamdulillah, PPKM Mikro ini secara konsisten bersama PPKM Mikro sebelumnya, terbukti bisa memberi dampak pada penurunan kasus penyebaran Covid-19 di Jatim,” ungkap Khofifah, Senin (22/3/2021).

Khofifah berharap, perpanjangan PPKM Mikro ini dapat semakin menekan angka penyebaran Covid-19 di Jatim. Khofifah mengklaim, berdasarkan data yang dihimpun Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, jelang akhir periode PPKM Mikro ketiga tercatat konfirmasi kasus harian Jawa Timur mencapai angka 300-an kasus per-harinya.

“Ini turun drastis jika dibandingkan sebelumnya yang mencapai 1.100-an kasus per harinya,” tandasnya.

Selain itu, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menambahkan hasil signifikan juga tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU.

Selama PPKM tahap 1 dan 2, dan PPKM Mikro tahap 1 dan 2, Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79 persen menjadi 29 persen. BOR ICU juga berhasil turun dari 72 persen menjadi 49 persen.

“Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat WHO yakni di bawah 60 persen,” tuturnya.

Selain itu, Khofifah mengklaim sudah tidak ada zona merah di Jatim, dengan 16 kabupaten/kota yang sudah masuk kategori zona kuning. Menurutnya, pelaksanaan PPKM Mikro ini sudah di jalur yang benar.

Wanita asal Lamongan ini juga menyebutkan bahwa keberhasilan PPKM Mikro di Jatim tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat melalui program Kampung Tangguh yang telah ada sebelumnya.

Sehingga pelaksanaan PPKM Mikro dirasa sangat sesuai dengan kondisi yang telah berlangsung di lapisan masyarakat paling bawah yaitu tingkat RT/RW.

Kendati demikian, Khofifah tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah atau menurunkan kewaspadaan. Bersama dengan berbagai elemen, masyarakat harus tetap waspada dan ketat menerapkan protokol kesehatan. “PPKM Mikro ini akan menunjukkan hasil konsisten bila kita bisa mempertahankan kolaborasi yang baik,” tandasnya. ana

#covid-19 #gubernurjawatimur #khofifahindarparawansa #PPKMMikro

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)