Vaksin AstraZeneca di Jatim Aman, Penghentian Sementara Hanya Pada Kelompok CTMAV547

570 views
ILUSTRASI : Vaksin Covid-19

iniSURABAYA.com – Satgas Kuratif Covid-19 Jawa Timur memastikan tidak ada penghentian pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat di wilayah ini, khususnya pada penerima vaksin jenis AstraZeneca.

Pasalnya, vaksin yang beredar di Jatim bukan batch CTMAV547. “Yang didistribusikan di Jatim adalah AstraZeneca Batch CTMAV545 dan CTMAV546,” tegas dr Makhyan Jibril Al Faraby, juru bicara Satgas Kuratif Covid-19 Jatim kepada iniSurabaya.com, Minggu (16/5/2021).

Informasi lain yang diterima iniSurabaya.com menyatakan bahwa AstraZeneca Batch CTMAV547 beredar di Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku.

Jibril menambahkan, saat ini vaksin AstraZeneca yang masuk ke Jatim totalnya sekitar 1.257.600 dosis. “Di Jatim juga tidak ada laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) serius yang diduga berkaitan dengan vaksinasi AstraZeneca,” tandasnya.

Kalaupun ada KIPI, lanjut Jibril, tergolong sederhana. “Seperti demam. Dan itu bisa diatasi,” ungkapnya.

Karena itu pula, Jibril meminta agar masyarakat Jatim tidak perlu khawatir menyusul kabar terkait penghentian vaksinasi AstraZeneca tersebut. “Yang beredar di Jatim berbeda. Dan sejauh ini Alhamdulillah tidak ada laporan KIPI serius,” tuturnya berulang-ulang.

Sementara Teguh Prihandoko, Ketua Yayasan Bersama Indonesia Sehat (Bersih) yang membantu pelaksanaan vaksinasi para lansia dan tenaga pendidik yang digelar BUMN bersama Pemprov Jatim menyatakan, lansia yang sudah menjalani vaksinasi tahap pertama sekitar 3.000 orang, dan tenaga pendidik sekitar 2.000 orang.

Saat ini, ujar Teguh, program vaksinasi sudah masuk tahapan suntikan kedua. “Untuk lansia yang melakukan vaksinasi kedua hampir 40 persen,” urainya kepada iniSurabaya.com.

Teguh menyatakan, vaksinasi tahap kedua untuk tenaga pendidik yang dikoordinir oleh Yayasan Bersih baru dimulai Senin (17/5/2021). “Setiap hari rata-rata yang divaksin 200-300 orang,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547.

Penghentian sementara kumpulan produksi CTMAV547 tersebut dilakukan untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Tindakan ini adalah upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini,” tegas Siti Nadia Tarmizi, juru bicara Kementerian Kesehatan sebagaimana rilis dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.  

Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap Kelompok tersebut dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.

Meski begitu, Siti Nadia menekankan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar.

Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya. wid/ana

#jawatimur #programvaksinasi #vaksinastrazeneca

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)