Exploring Today 4 Tomorrow: Dekatkan Siswa dengan Kehidupan Nyata

412 views
Sebelum mulai kegiatan pembelajaran tatap muka murid baru di Happy Family School dapat kesempatan ikut kegiatan Exploring Today 4 Tomorrow (ET4T).

iniSURABAYA.com – Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung di tingkat SMP dan SMA di Kota Surabaya  sudah berlangsung dengan menerapkan protokol secara ketat.

Kegiatan itu pula yang mulai coba dilaksanakan di Happy Family School Surabaya pada Senin (20/9/2021). Namun, untuk pembelajaran tatap muka ini baru dilakukan dua kali dalam seminggu.

“Sesuai kebijakan pemerintah, kami lakukan pembelajaran tatap muka ini secara bertahap,” tegas Fifi Trisnawati, Happy Family School Principal kepada iniSurabaya.com, Sabtu (18/9/2021).

Menurut Fifi, sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut, siswa terlebih dulu diajak untuk mengenali suasana sekolah lewat kegiatan Exploring Today 4 Tomorrow (ET4T).

Kegiatan dibagi dalam dua sesi, bagi mereka yang akan masuk SMP pada pukul 09.00-10.00 dan yang akan masuk jenjang SMA pada pukul 11.00-12.00. Para calon siswa Happy Family School (HFS) ini diajak masuk ke kelas-kelas Science, Art, Language, dan Technology.

“Tujuannya agar nanti mereka sudah bisa tahu ilmu yang mereka pelajari di kelas bisa diaplikasian di kehidupan nyata,” papar Fifi.  

Gedung Happy Family School berlantai 10 ini juga memiliki ruang khusus untuk olahraga.

Salah satu kegiatan penting di program ET4T adalah pengenalan ruang laboratorium, olahraga, dan seni. “Kegiatan belajar yang sulit ketika dilakukan secara daring adalah berhitung. Sebab murid perlu interaksi langsung dengan guru untuk mendapatkan jawaban atas kendala-kendala yang mungkin nanti dihadapi,” ungkapnya.

Pembelajaran Kolaborasi
Selain mata pelajaran umum seperti yang ada di sekolah lain, murid di HFS juga mendapatkan materi pembelajaran kolaborasi. “Tujuannya agar anak punya wawasan lebih luas, dan tidak terkotak-kotak,” tandasnya.

Yang berlaku selama ini, lanjut Fifi, siswa yang belajar kewarganegaraan hanya fokus pada materi tersebut. “Kalau belajar agama, yang kewarganegaran nggak usah diikutkan. Juga bila belajar IPS, agama tidak boleh ikut-ikut,” urainya.  

Fifi menekankan, dalam kehidupan tidak bisa seperti itu. Karena itu, anak diajak melihat fakta. “Yang kita alami sehari-hari itu adalah kolaborasi dari berbagai keilmuan, saling berkaitan. Jadi warga negara yang baik menurut agama itu seperti apa,” imbuhnya.

Fifi mengingatkan, ketika seseorang menjalankan aktivitasnya sebagai warga negara, yang dia lakukan itu juga merupakan penerapan ajaran agama. Fifi meyakini, bila anak punya wawasan luas, jadi lebih terbuka dalam kehidupan.

“Dia jadi lebih bisa terima perbedaan. Tidak bisa kaku menurutku ini yang benar. Dan jika ada orang lain punya pendapat beda dia bisa memahami,” bebernya. ap

#happyfamilyschool #praktikum

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)