Jangan Pakai Kapur Barus untuk Simpan Tas dan Sepatu Kulit, Bakal Begini Akibatnya!

298 views

iniSURABAYA.com – Setelah melalui usaha keras dan cukup panjang yang bisa jadi melelahkan, kasus positif Covid-19 akhirnya berhasil mereda. Efek positifnya, penerapan PPKM di sejumlah kabupaten/kota di negeri ini banyak yang dikendorkan.

Kini masyarakat bisa bebas bepergian dan menghadiri acara-acara. Tetapi, saat mengeluarkan sepatu dan tas kesayangan yang disimpan selama tak bisa bepergian ternyata menemukan barang berbahan kulit itu dalam keadaan rusak lantaran kulitnya mengelupas. Ada pula yang berubah warna.

“Hindari penggunaan kapur barus saat menyimpan barang-barang dari bahan kulit,” tegas Tamara Aurellia Thendean selaku SPV Salfatore Ferragamo Ciputra World Surabaya kepada iniSurabaya.com beberapa waktu lalu.  

Kapur barus, lanjut Tamara, justru akan membuat barang berbahan kulit kering dan jadi rusak. “Kulitnya mengelupas karena udara panas yang ditimbulkan oleh kapur barus. Sayang kan sepatu, tas beli mahal tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya.

Menurut Tamara, menyimpan barang berbahan kulit asli ini memang gampang-gampang susah. “Jika disimpan dalam lemari, upayakan suhu dalam lemari tidak ekstrim, terlalu panas atau terlalu dingin. Yang penting jangan terlalu lembab,” paparnya.  

Yang juga perlu diperhatikan, kata Tamara, saat disimpan dalam lemari khusus, sepatu dan tas kulit ini jangan saling menempel. Apalagi untuk koleksi-koleksi dengan warna kontras.

“Jika sepatu atau tas warna hitam disimpan menempel dengan barang kulit lain dengan warna lebih terang bisa membuat terjadi transfer warna,” cetus Tamara.  

Artinya, tegas Tamara, sepatu dan tas berwarna gelap bisa mempengaruhi barang kulit yang berwarna terang. “Simpan tas, sepatu, atau dompet kulit ini dalam kain sarung tas khusus. Atau bisa pula dalam box sehingga tidak terjadi kontak dengan barang lainnya,” imbuh Tamara.  

Tamara juga memberi saran agar barang berbahan kulit ini secara rutin dikeluarkan dari tempat penyimpanan untuk diangin-anginkan. “Barang kulit ini lebih sering dipakai tentu bakal lebih awet. Tetapi saat belum bisa bepergian karena PPKM, dikeluarkan saja agar ada sirkulasi udara. Cukup diangin-anginkan jangan dijemur,” begitu pesannya.   

Tip lain untuk merawat koleksi kesayangan berbahan kulit ini, ditekankan Tamara, bisa menggunakan lotion untuk menjaga kelembabannya. “Lotion pembersih bisa dipakai. Tetapi jangan bersihkan pakai air, karena akan timbulkan bercak,” pungkasnya. ana

#ciputraworldsurabaya #salfatoreferragamo #taskulit

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)