

iniSURABAYA.com – Waspada! Ancaman Covid-19 ternyata belum usai. Dan yang perlu dicermati adalah adanya varian Omicron XE yang dilaporkan Pemerintah Thailand pada Sabtu (2/4/2022).
Kondisi terakhir di negeri jiran tersebut dipaparkan Chalermachai Boonyaleephan, Ketua Komisi Kesehatan Masyarakat berdasarkan hasil laporan Pusat Genomik Medis Rumah Sakit Ramathibodi.
Dikabarkan bahwa pasien Omicron XE itu hanya mengalami gejala ringan dan kondisinya berangsur membaik. Tetapi Chalermchai memperkirakan varian Omicron XE itu akan cepat menyebar ke seluruh penjuru Thailand.
Pihaknya juga tengah memantau tingkat keparahan dan resistensi Omicron XE terhadap vaksin, serta memantau kemungkinan varian tersebut akan menggantikan Omicron BA.2 sebagai strain dominan.
“Jika virus ini menyebar lebih cepat dari BA.2, kasus Covid-19 di Thailand pada gelombang keempat akan memakan waktu lebih lama untuk mencapai puncak kasus,” papar Chalermchai sebagaimana dikutip dari Inquirer dan detik.com, Senin (4/4/2022).
Chalermchai menambahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mendeklarasikan nama Omicron XE ‘Pi’ jika varian Covid-19 baru itu menunjukkan perubahan signifikan seperti penyebaran virus, tingkat keparahan, dan resistensi terhadap vaksin.
“Menurut perkiraan awal, Omicron XE menyebar 43 persen lebih cepat dari varian aslinya dan 10 persen lebih cepat dari subvarian BA.2,” tegasnya.
Menyusul penemuan itu, banyak negara tengah memantau perkembangan varian Covid-19 baru ini dengan cermat karena kemungkinan menjadi strain yang dominan.
Jika perkiraan awal benar, Chalermchai meyakini, Thailand akan menghadapi gelombang kelima kasus Covid-19.
Informasi lain menyebutkan, saat ini pemerintah Thailand berencana menuju endemi. Kondisi itu didasarkan perkembangan puncak kasus Covid-19 yang diperkirkaan terjadi sekitar bulan April hingga Mei dan menurun pada bulan Juni.
Berdasar fakta tersebut maka pemerintah setempat berencana melakukan pencabutan pembatasan Covid-19 secara menyeluruh. wid/dbs
















