Mahasiswa ITS Konversi Getaran Kendaraan Jadi Energi Listrik, dan Inilah Hasilnya

106 views

Pita penggaduh seperti ini dipilih karena dapat diaplikasikan pada jenis jalanan yang lebih luas dibandingkan polisi tidur. “Polisi tidur kan biasanya ada di jalan gang, sedangkan pita penggaduh bisa di jalan raya, jalan tol, dan masih banyak lagi,” paparnya.

Selain itu, kata Djody, pemanfaatan pita penggaduh ini membuat kontak antara kendaraan dengan jalan semakin besar sehingga energi mekanik yang dapat ditangkap oleh sensor piezoelectric juga semakin banyak.

“Pita gundukan ini punya lebih dari satu gundukan jadi kontak dengan kendaraannya semakin banyak,” ujarnya.

Tak sebatas perbedaan media kontak, pengembangan ini juga dibekali mikrokontroler ESP8266 yang memungkinkan alat terhubung dengan perangkat seluler melalui teknologi wi-fi.

“Pengguna bisa menggunakan aplikasi berbasis Internet of Things (IoT) yaitu Blynk untuk mengatur komponen alatnya, seperti arduino dan node MCU,” tutur mahasiswa kelahiran tahun 2003 ini.

Dalam proses konversi energi mekanik ke listrik, RSV-P menggunakan sensor piezoelectric. Energi listrik yang telah dikonversi selanjutnya dialirkan ke modul op-amp yang berfungsi untuk menguatkan jumlah tegangannya.

Tegangan yang dihasilkan alat ini berbanding lurus dengan kecepatan, massa, dan kepadatan kendaraan yang melintasi pita penggaduh. “Dalam kondisi macet pun alat dapat menangkap energi mekanik yang ada saat kendaraan mulai melintasi pita penggaduh,” urainya.

Tegangan listrik yang diterima dan ditampilkan oleh alat RSV-P, rancangan inovatif yang dikembangkan tim mahasiswa ITS.

#ITS #sumberdayaalam #timmahatmagandhi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)