
Kesendirian juga bisa menjadi mesin waktu yang sangat pas untuk kembali membuka arsip akan banyak nama dan wajah yang sempat singgah. “Semua orang pasti pernah merasakan kesendirian, bahkan untuk orang paling ceria dan bahagia sekali pun. Dan kelak, semua orang akan sendiri pada waktunya,” urainya.
Meskipun bertema kesendirian, lanjut Jeje, lagu ini tidak implisif tentang percintaan. “Lagu ini hadir sebagai keresahan pribadi saya tentang perasaan sepi, tentang hingar bingar kehidupan, tentang kembali mempertanyakan eksistensi kita,” imbuhnya.
Jeje menekankan bahwa hidup itu perkara merelakan, merelakan apa yang tanggal dan merelakan juga apa yang memilih untuk tetap tinggal.
Ketika ditanya tentang rencana dan proyeksi ke depannya, Jeje mengatakan bahwa dia dan teman-teman berencana mengembangkan tema ini dan akan menelurkan tiga single lagi.
Nantinya, daftar lagu ini akan dikompilasi ke dalam bentuk EP (Extended Player) Album atau bahkan full album. “Kami ingin terus mengembangkan tema dan eksplorasi bermusik. Salah satu target utama ke depannya adalah rekaman tiga lagu lagi untuk kemudian dijadiin EP, atau bisa saja full album,” pungkasnya.
Saat ini lagu ‘Graveyard’ dari Sweat The Band sudah bisa didengarkan melalui berbagai toko musik digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Joox dan Resso. wid
















