
Pria yang akrab disapa Agung ini menekankan, sisi kualitas ini jadi prioritas karena INTM adalah ajang model skala internasional. “Jadi penekanannya pada postur tubuh dengan tinggi minimal 168 cm. Juga kami nilai keluwesan saat catwalk, dan pose dengan berbagai gaya,” bebernya.
Setelah lolos nanti kontestan dieksplore lagi kemampuannya, selain di bidang model. “Karena beberapa juara di Cycle 1 dan Cycle 2 ternyata tidak hanya mampu sebagai model, tetapi juga punya kemampuan sebagai presenter sehingga muncul dalam beberapa agenda NET seperti sketsa drama,” kata Agung.
Karena itu, lanjut Agung, NET akan mengembangkan bakat-bakat tersebut sehingga mereka yang lolos jadi jawara INTM tidak hanya tumbuh di industri fashion dan modeling, tetapi industri entertainment secara menyeluruh sehingga multi talenta.

Agung lalu menunjuk Devina Bertha, 2nd runner up INTM Cycle 2 yang kini jadi presenter program Jatanras. Devina juga gabung di agensi model Kick Management.
Indonesia’s Next Top Model merupakan ajang pencarian bakat di bidang fashion modelling yang diadaptasi dari America’s Next Top Model. Ajang tersebut terbilang sukses digarap hingga lebih dari 30 versi di berbagai negara dengan menghadirkan keseharian persaingan antar talenta model muda yang siap berkarier di industri modelling. ap
















