Gandeng Hacktiv8, Meta Luncurkan Akademi Pembelajaran Virtual

(kiri ke kanan): Noudhy Valdryno, Manager Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia, Samuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo RI), Sindy Tia Ulfa (Founder BikinFilter dan Alumni Program Metavolution), dan Riza Fahmi (Co-Founder Hacktiv8).

iniSURABAYA.com | BALI – Meta meluncurkan Meta Immersive Learning Academy (MILA) atau Akademi Pembelajaran Virtual, sebuah program edukasi yang akan memfasilitasi para kreator di bidang augmented dan virtual reality pada level pemula maupun profesional untuk mengembangkan kemampuan dan kapabilitas mereka.

Akademi ini dijalankan melalui kerjasama dengan Hacktiv8. Peluncuran Akademi Pembelajaran Virtual ini merupakan bagian dari rangkaian Digital Innovation Network (DIN), yang juga menjadi bagian dari Digital Economic Working Group (DEWG) pada pertemuan G20 di Nusa Dua, Bali.

Kurikulum pada Akademi Pembelajaran Virtual ini turut mencakup pelatihan secara daring dan tatap muka, yang dirancang khusus untuk mendukung para kreator pemula meningkatkan kemampuan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) hingga mencapai tahap profesional.

Kurikulum dalam Akademi Pembelajaran Virtual ini menampilkan kreator-kreator AR lokal, yang bekerja bersama Meta untuk menyesuaikan seluruh bahan pengajarannya sesuai komunitas di Indonesia.
Di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pertumbuhan kreator AR sangatlah pesat. Lima dari 10 negara teratas yang banyak terdapat kreator Spark AR berada di Asia Pasifik.

Selain itu, 35 persen kreator Spark AR yang aktif setiap bulannya secara global berada di Asia Pasifik. Untuk dapat terus mendukung komunitas ini serta memungkinkan para kreator memiliki kemampuan yang diperlukan dalam menciptakan dan menghasilkan pengalaman interaksi AR yang dibutuhkan.

Saat diluncurkan, Akademi Pembelajaran Virtual memberikan kesempatan bagi para kreator konten AR dari berbagai tingkatan kemampuan untuk mempelajari berbagai kursus daring dan program pelatihan, serta bisa memulai dan meluncurkan pengalaman interaksi AR menggunakan platform Spark AR yang dimiliki oleh Meta.

“Kami percaya bahwa perlengkapan dan fitur yang kami hadirkan, khususnya untuk Spark AR, akan menjadi pondasi dan langkah awal masyarakat untuk dapat #Menujumetaverse,” ungkap Noudhy Valdryno, Manager Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia.

Pos terkait