
Yang menarik, rancangan Raegita selalu hadir berlapis-lapis. “Penggunaan outernya bisa menyesuaikan suasana, tinggal melepaskan saja sudah bisa dipakai untuk sekedar jalan-jalan. Atau dipasangkan ketika mau ke pesta, misalnya,” imbuh Raegita.

Selain koleksi Raegitazoro, agenda SFP ke-15 yang tahun ini mengangkat tema Synchronze, pada hari pertama menampilan 10 koleksi lainnya. Diawali dengan rancangan Glads Collection, Kusemai, Namira Ecoprint, Allets by Stella Lewis, Dibya, Andy Sugix X Hefi Rosid, dan SIYULIA.
Di panggung yang sama dihadirkan pula koleksi-koleksi Dekranasda Kota Surabaya, Islamic Fashion Institute, dan rancangan mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya.
Untuk koleksi Glads Collection, di ajang SFP 2022 ini berkolaborasi dengan KLT New. Kedua brand tersebut menghadirkan rancangan busana wanita yang didominasi warna-warna soft seperti putih dan krem.
Sedang Namira Ecoprint banyak bereksperimen dengan warna kain dari bahan alami seperti dari dedaunan hingga buah-buahan. Selanjutnya ada Dekranasda Kota Surabaya yang menghadirkan koleksi busana batik modern dengan desain unik.
Disusul Dibya X Rotelli yang mengedepankan konsep zero waste di setiap karyanya. Dengan konsep ramah lingkungan yang diusung tentu dapat membantu kelestarian alam dan mengurangi limbah kain.















