
Indonesia sendiri memiliki Strategi Nasional Kecerdasan Buatan 2020-2045 yang merupakan tonggak sejarah penerapan AI di Indonesia. Ke depannya, hal ini diproyeksikan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di berbagai industri.
Reynazran Royono, Chief Executive Officer Fita mengatakan bahwa Fita selalu berupaya mengajak pengguna mulai hidup sehat melalui aktivitas gerak yang dilakukan sehari-hari, seperti menyalakan steps counter sembari menyelesaikan house chores, berangkat ke kantor, atau aktivitas fisik apapun.

“Perkembangan teknologi memungkinkan kami untuk melengkapi ragam exercise dengan teknologi AI, yang mampu mendeteksi gerakan olahraga agar lebih efektif,” ungkapnya.
Kali ini, Fita menjadi aplikasi kesehatan pertama di Indonesia yang memperkenalkan teknologi tersebut sebagai pelengkap program olahraga Fita, sehingga dapat memberikan deteksi gerakan akurat agar olahraga menjadi lebih efektif dan aktivitas olahraga mandiri yang dilakukan di rumah menjadi lebih mudah dan pengguna akan semakin percaya diri.
Selanjutnya, seringkali terdapat kesalahan dalam aktivitas fisik yang dilakukan pengguna ketika mereka beraktivitas atau berolahraga tanpa menggunakan panduan langsung dari trainer.
Teknologi AI akan menggantikan salah satu peran pelatih luring untuk mendeteksi gerakan dan memperbaiki form saat exercise dilakukan, sehingga dapat memperbaiki form pengguna. Hal ini juga menghindarkan pengguna dari bad form saat exercise yang dapat menimbulkan cedera.
















