Pimpin Misi Dagang Perdana Jatim-Aceh, Khofifah : Alhamdulillah, 8 Jam Catatkan Nilai Transaksi Rp 197,02 Miliar

Sedangkan 14 sektor lainnya memberikan kontribusi sebesar 39,32 persen terhadap PDRB Jatim.
Orang nomor satu di Jatim ini mengharapkan misi dagang yang dilakukan bisa menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai potensi masing-masing daerah.
Karena menurutnya kebutuhan dunia yang saat ini sangat luar biasa banyak yang mampu diproduksi oleh daerah-daerah di Indonesia.
“Produk-produk tersebut cukup sederhana bagi masyarakat Indonesia tetapi mengandung potensi luar biasa jika dipasarkan di tingkat global, seperti rempah-rempah, arang batok kelapa, ikan dan sebagainya,” urainya.
Khofifah memberi contoh, industri manufaktur di Jatim itu sudah 30 persen lebih kontribusi ke PDRB sehingga yang menjadi produk Aceh yang dibutuhkan pelaku industri di Jatim bisa lebih kuat lagi.
Gubernur yang pernah menjabat sebagai kepala BKKBN RI ini menerangkan bahwa SDM menjadi sektor lain yang dikerjasamakan antara Pemprov Jatim dan Pemprov Aceh.
















