PDAM Surya Sembada Berlakukan Harmonisasi Tarif Air Minum, Warga Kota Surabaya Bisa Gratis Kok, Begini Syaratnya!

Arief Wisnu Cahyono, Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.


iniSURABAYA.com –
Harmonisasi tarif air minum telah diberlakukan oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya pada 1 Januari 2023.

Berdasar ketentuan baru ini pelanggan PDAM Surya Sembada bisa gratis dengan ketentuan lebar jalan kurang dari tiga meter, daya listrik terpasang kurang dari 900 VA, luas bangunan kurang dari 45 meter persegi, dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) persil kurang dari Rp 100 juta.

Bacaan Lainnya

Namun untuk penggunaan di atas 30 meter kubik dikenakan tarif Rp 2.600. Kebijakan yang ditetapkan berdasar Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 123 Tahun 2022 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya ini dimaksudkan untuk menerapkan tarif yang berkeadilan.

“Selama ini dengan tarif yang lama banyak pelanggan yang secara kemampuan ekonomi tidak tepat diberikan subsidi,” kata Arief Wisnu Cahyono, Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Selasa (3/1/2023).

Dalam harmonisasi tarif air tersebut, PDAM Surya Sembada menggratiskan penggunaan air rumah tangga di bawah 30 meter kubik.

Arief berharap masyarakat Kota Surabaya memiliki kesadaran dalam menggunakan air. Sebab, selama ini masyarakat dinilai berlebihan dalam menggunakan air.

“Ketika masyarakat memakai di atas 30 meter kubik, itu sudah sangat di atas rata-rata nasional, saya anggap sebagai sesuatu yang boros, maka konsekuensinya harus membayar sesuai dengan harganya. Tetapi bicara pelayanan kita gratiskan untuk kelompok tertentu,” tandasnya.

Dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan di era digitalisasi, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya juga meluncurkan aplikasi Customer Information System (CIS).

Aplikasi CIS ini merupakan pengembangan dari aplikasi ‘PDAM Surabaya’ yang sudah ada sebelumnya. CIS disesuaikan dengan semakin meningkatnya kebutuhan pelanggan, yang tadinya hanya melihat informasi pemakaian, penyampaian keluhan, pencatatan meter mandiri dan pendaftaran pasang baru. Saat ini sudah bisa melakukan pembayaran nontunai.

Menurut Arief, sosialisasi harmonisasi tarif sudah dilakukan lama. Dan Customer Information System (CIS) bisa diunduh di playstore pada telepon genggam dengan OS Android.

“Disitu pelanggan bisa melihat jumlah pemakaian bulan lalu atau bulan ini, bisa langsung membayar disitu, tidak perlu keluar aplikasi. Semua sudah dilayani dalam satu aplikasi,” paparnya.

Dibagi 3 Kelompok Pelanggan
Dengan tarif yang baru ini, Arief mengaku bahwa subsidi tersebut akan lebih tepat sasaran. Para pelanggan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok 1, kelompok 2, dan kelompok 3.

Setiap kelompok itu, tarifnya disesuaikan dengan beberapa klasifikasi, mulai lebar jalan di depan persil pelanggan, luas bangunan, penggunaan persil, pemakaian listrik (daya listrik terpasang), dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) persil tersebut.

“Pelanggan rumah tangga yang memiliki luas rumah (bangunan) di bawah atau sama dengan 45 meter persegi, lebar jalan 3 meter, daya listrik kurang dari 900 VA, dan NJOP kurang dari Rp 100 juta, kalau dulu (tarif lama) dikenakan pemakaian di atas 20 meter kubik dikenakan biaya Rp 1.800, sekarang malah diatas 30 meter kubik menjadi Rp 2.600. Artinya, kenaikannya hanya sekitar 44 persen,” ungkapnya.

Arief mengatakan PDAM Surabaya Sembada adalah perusahaan yang melayani kebutuhan dasar penggunaan air. Dan kebutuhan dasar dalam pemakaian air adalah 10 meter kubik/bulan.

“Minimal di 10 meter kubik. Bahkan Pak Wali (Eri Cahyadi) meminta untuk rumah tangga tertentu, kebutuhan dasarnya kita cukupi sampai dengan 30 meter kubik dengan digratiskan,” katanya. wid

Pos terkait