Mini Agrowisata Surabaya Jadi Destinasi Edukasi Favorit Anak-Anak, Sehari Bisa Tembus 500 Pengunjung

0
448

Anak-anak menikmati suasana di Mini Agrowisata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.

iniSURABAYA.com – Mini Agrowisata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, menjadi salah satu destinasi favorit yang banyak dikunjungi masyarakat, khususnya anak-anak.

Pengunjung yang datang ke Mini Agrowisata Surabaya dalam sehari bahkan bisa mencapai 500 anak. Menurut Antiek Sugiharti, Kepala DKPP Kota Surabaya, Mini Agrowisata menjadi salah satu media edukasi pertanian, perikanan dan peternakan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD hingga SMP.

“Yang menarik dengan banyaknya anak-anak PAUD, ibu-ibu PKK dan bunda-bunda PAUD-nya juga tertarik. Karena itu kami ingin mengenalkan budidaya pertanian, perikanan dan peternakan sejak dini kepada anak-anak,” kata Antiek Sugiharti, Jumat (30/6/2023).

Melalui destinasi wisata ini, Antiek menyatakan, bahwa masyarakat khususnya anak-anak, akan dikenalkan beragam jenis agrikultur pertanian. Termasuk pula sejumlah budidaya perikanan dan peternakan yang terdapat di kompleks Mini Agrowisata.

“Mereka (anak-anak) bisa tahu cara menanam padi, padi asalnya dari mana. Telur dari mana, mereka bisa tahu telur dari ayam. Kemudian melihat kambing, mereka bisa belajar memberi makan dan juga mencintai pertanian, perikanan dan peternakan,” ungkapnya.

Antiek mengungkapkan, bahwa dalam sehari, rerata pengunjung ke Mini Agrowisata bisa mencapai 400-500 anak. Untuk hari Senin hingga Jumat, pengunjung dikhususkan grup PAUD, TK, hingga kelompok pelajar sekolah.

“Agar pengunjung tidak datang berbarengan, setiap hari Senin sampai Jumat anak-anak kita bagi dua kloter,” tegasnya.

Untuk pagi hari, biasanya satu kloter antara 100-200 anak. Kemudian agak siang pukul 10.00 ke atas, kloter ke dua sampai siang. “Jadi rata-rata sekitar 400-500 dalam satu hari,” paparnya.

Sedangkan khusus Sabtu dan Minggu, Mini Agrowisata dibuka untuk masyarakat umum. Masyarakat bisa datang untuk edukasi melihat berbagai macam budidaya peternakan, perikanan dan pertanian.

“Kunjungan ke destinasi Mini Agrowisata inipun seluruhnya bersifat gratis,” imbuhnya.

Antiek menambahkan, anak-anak PAUD atau TK ini tak sekadar diajak tur berkeliling kompleks Mini Agrowisata. Mereka juga diajak belajar bertanam beragam jenis sayuran.

Misalnya menanam cabai, sawi dan tomat melalui media tanam hidroponik atau polybag. “Kami ajari mereka caranya menanam dengan gaya anak-anak. Kemudian juga kami ajak memberi makan ikan, ayam, kambing, kura-kura dan sebagainya,” tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya ini pun mengungkapkan sejumlah spot di Mini Agrowisata. Mulai dari pertanian, ada aneka jenis tanaman toga dan sayuran, seperti tomat, cabai, padi, kembang kol serta sawi.

Sedangkan pada sektor perikanan, Antiek menyebut, Mini Agrowisata dilengkapi berbagai jenis budidaya ikan, mulai dari lele, nila, patin udang, hingga ikan jenis predator.

“Jadi kami juga kenalkan mereka biar tahu, oh ini ada ikan (predator) berbahaya. Sambil kami mengenalkan supaya mereka juga gemar makan ikan, gemar makan sayur, telur dan ayam. Dan itu salah satu program kami,” urainya.

Selain sektor pertanian dan perikanan, Antiek menambahkan, bahwa Mini Agrowisata juga dilengkapi spot peternakan. “Di peternakan kami mengenalkan ada kura-kura, kelinci, ayam dan kambing,” pungkasnya. wid

Comments are closed.