
Chef Vindex (kiri) menyiapkan menu Sate Rembiga untuk tamu Hotel Sheraton Surabaya.
Seiring berjalan waktu, lanjut Chef Vindex, penikmat kuliner di luar negeri melihat makanan Asia sebagai menu yang eksotis dan patut dicoba.
Jebolan Akademi Pariwisata Jakarta ini lalu menunjuk menu rendang dan belakangan rawon yang diakui jadi makanan paling enak di dunia.
“Orang bule sekarang sudah akrab dengan masakan Indonesia. Waktu saya di Ubud, bule malah cari sambal untuk melengkapi makanan mereka,” ucap Chef Vindex yang sempat bekerja di Bali selama 15 tahun.
Juri Master Chef session pertama ini menandaskan, masakan Indonesia kini sudah banyak disajikan di hotel di Indonesia. Karena itu, dia berharap sekolah-sekolah kejuruan, sebagai ‘pencipta’ juru masak profesional juga mulai mengajarkan sejarah masakan Indonesia ke murid-muridnya.
“Karena kekayaan kuliner kita sangat luar biasa, di semua daerah punya ciri khas masing-masing. Sementara di sekolah-sekolah masih diajarkan meracik menu-menu Eropa dan western,” tegasnya.
Meski demikian, Chef Vindex memuji profesi chef sekarang sudah tak asing bagi anak muda di negeri ini. “Tahun 1989 nggak ada yang mau jadi chef. Maunya kerja kantoran, atau di bank,” urainya.
















