
Selain itu, Monash University Indonesia dan Sinar Mas Land juga berharap dapat menjadi ujung tombak pembuatan desain tata kota yang inovatif, pintar, dan sustainable yang selaras dengan aspirasi kebahagiaan serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kompetisi yang mengusung konsep yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) ini mensyaratkan seluruh pesertanya mengumpulkan Abstrak Panjang (Extended Abstract) dan Poster Riset, Konsep Rencana Induk (Concept Masterplan) dalam bentuk tiga dimensi, serta poster presentasi yang bertujuan mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam merancang happy digital cities.
Eka Permanasari, Associate Professor of Urban Design Monash University Indonesia mengaku optimistis kompetisi tersebut akan melahirkan gagasan unggul tentang integrasi kota pintar berbasis digital, serta mampu mengakomodir kebutuhan tata ruang yang mendukung peningkatan indeks kebahagiaan dan kesejahteraan warganya, baik kini maupun di masa depan.
Monash University Indonesia juga meyakini bahwa negara ini memiliki banyak arsitek dan desainer tata ruang bertalenta yang selalu mengedepankan desain-desain tepat guna.
“Karena itu, kami berharap kompetisi ini dapat menginspirasi para partisipan untuk berpikir kritis tentang peran desain urban dalam menciptakan kota-kota yang bahagia, berkelanjutan, dan adil di tengah pertumbuhan era digital yang pesat saat ini,” ujar Eka.

















