Logo Komposit FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 Disetujui, Pemkot Surabaya Usulkan Desain Maskot ke FIFA

0
548

iniSURABAYA.com – Piala Dunia U-17 bakal digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya pada 10 November mendatang. Sebagai tuan rumah, Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai hal, mulai fasilitas di Stadion GBT, lapangan latihan, hingga pernak-pernik untuk menyambut ajang bergengsi tersebut.

Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menegaskan, berbagai persiapan tersebut diantaranya adalah melakukan perbaikan minor di beberapa area Stadion GBT, seperti toilet di tribun penonton, akses jalan masuk, hingga lahan parkir.

Saat disinggung soal logo komposit, Wiwiek mengatakan, logo yang akan digunakan sebagai salah satu media promosi Piala Dunia U-17 di Kota Surabaya, kini telah disetujui FIFA.

“Logo komposit sudah kami masukkan kepada FIFA melalui LOC (panitia lokal), mereka sudah approval, tidak ada masalah. Juga kami sampaikan, di semua material promosi kami juga sudah diletakkan logo komposit,” kata Wiwiek, Selasa (3/10/2023).

Wiwiek menyatakan, logo komposit yang telah disetujui FIFA akan disampaikan kepada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya untuk diperbanyak melalui produk-produk UMKM lokal.

“Karena logo komposit tidak sama seperti maskot ya. Itu hanya logo, tapi nanti terserah Dinkopdag akan diaplikasikan dengan model seperti apa,” paparnya.

Wiwiek mengungkapkan, sebagai tuan rumah, Kota Surabaya juga akan memiliki maskot. Desain maskot di Kota Surabaya tidak sama seperti Bacuya yang digunakan oleh FIFA. Saat ditanya soal bentuk dan karakter maskot yang akan digunakan, ia tak menyatakan secara detil.

Saat ini, kata Wiwiek, maskot tersebut sedang dalam proses desain dan akan disampaikan kepada Eri Cahyadi, Wali Kota kemudian diusulkan ke FIFA melalui panitia lokal. “Hari ini teman-teman sedang mencoba mendesain kembali maskotnya. Saya yakin lah, itu (maskot) sesuatu yang lokal wisdom sekali,” pungkasnya. wid

Comments are closed.