‘Buku Waktu Tak Pernah Menipu’ Tandai 50 Tahun Eksistensi Amang Mawardi Bergiat di Literasi

Perilisan buku Amang Mawardi di Rumah Dedikasi Soetanto Soephiady dihadiri sejumlah tokoh media dan seniman.

Amang Mawardi
Tulisan-tulisan itu kemudian dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku. Di tahun 2023 ini, sudah dua buku yang ia terbitkan. Yakni, ‘Memoar Wartawan Biasa Biasa, di Senja Waktu Aku Tulis Buku’ dan kumpulan puisi tunggal ke-2 ini.
Selebihnya empat buku kumpulan puisi yang diterbitkan bersama komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas).
Dalam kesempatan itu, Prof Soetanto Soepiadhy, yang juga dikenal sebagai penyair, menyebut bahwa karya-karya Amang Mawardi mengeksploitasi hal-hal kecil yang kemudian tereksplorasi ke persoalan umum.
Profesor Ilmu Hukum itu mengambil contoh tulisan Amang yang punya nilai humanis, yakni kisah obrakan di emperan Apotik Simpang yang membuat si wartawan (Amang Mawardi) kebingungan. Tulisan Amang tersebut jika lebih dieksplor lagi tentang kisah Pak Susilo yang dagangan majalahnya dirampas oleh Satpol PP, tentu akan menjadi lebih humanis.
Hasilkan 16 Buku
Dalam hal menulis buku, Amang sudah menghasilkan 16 buku yang dimulai sejak tahun 2007. Selain menulis puisi, cerpen dan bermain teater, Amang Mawardi juga dikenal sebagai EO pameran lukisan.
Dia pernah mengadakan even pameran lukisan di Bangkok, Australia dan Singapura. Tahun 2002 Amang bahkan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur kategori Penggerak Kesenian.
















