
Reno Fadhil Alkamal, FO Leader Pop Stasiun Kota dan Komang Bayu Tri Junias Sales Executive Pop Stasiun Kota bekerja sama menghias dinding di area drop off hotel di kawasan Surabaya Utara tersebut.
Reno mengatakan, menggambar karakter tidak semudah menggambar graffiti dan mural. “Karena gambar karakter sudah ada pakemnya yang tak bisa dikreasi. Tak boleh menyimpang. Harus sesuai template-nya,” urainya.
Begitu pula dengan maskot Surabaya. “Sama-sama gak boleh diotak-atik. Padahal, selama ini saya pakai imajinasi liar setiap berkarya. Sedang (gambar karakter) ini harus teliti pemakaian font seperti juga konsep warna seperti apa. Tak boleh keliru,” tuturnya.
Jadi, lanjut Reno, menggambar karakter ini merupakan tantangan pertama yang dia lakukan. “Dan menggambarnya di dinding hotel pula. Selama ini rata-rata artis graffiti besar yang bisa gambar di hotel,” cetusnya.
Karena itu, Reno mengaku mendapat kehormatan ketika diberi kesempatan menggambar di dinding hotel tempatnya bekerja itu. “Kesempatan besar yang berakhir rasa puas pada diri kami,” ucapnya gembira.
Semalam Bikin Sketsa
Langkah pertama yang dilakukan Reno dan Komang adalah membuat sketsa stadion, Sabtu (4/11/2023) malam. “Kami pakai tangga dan lampu sorot dari projektor. Sketsanya ‘ditembak’ pakai projektor ke dinding. Kami selesaikan sketsa ini selama 2,5 jam,” imbuh Reno.

















