Walau Listrik Sekolah Mati Nyala, 4 Siswa MAN Ini Berhasil Ciptakan Solusi IoT untuk Lindungi Lansia

Melalui program-program pendidikan Samsung Innovation Campus (SIC), Samsung terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang menguasai teknologi dan siap diserap industri. (foto: dok Samsung)
“Ini bekal yang sangat berharga untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” katanya.

Tim NEXUS4G dari MAN 4 Kota Pekanbaru berhasil mendesain inovasi berbasis Internet of Things (IoT) yang diberi nama “Nextoilet for Safety Bath” smart bathroom yang aman untuk lansia.
Smart bathroom yang Aman untuk Lansia
Selain Zahra yang bertindak sebagai software developer, di tim NEXUS4G ada Zulfika Madinatul Ilmi yang menjadi IoT programmer, Aji Royahya sebagai hardware designer, dan Jingga Marsa sebagai data analist.
Keempatnya mengembangkan solusi mereka yang disebut Nextoilet for Safety Bath, yang berangkat dari kasus seringnya lansia terjatuh di kamar mandi tanpa terdeteksi oleh orang-orang di sekitarnya.
Mereka pun mengembangkan kamar mandi pintar yang memiliki alat pengering otomatis (blower) dan sensor laser transmitter dan receiver, serta sensor ultrasonic untuk mengukur jarak objek.
Bila kedua sensor laser sama-sama mendeteksi ada orang maka blower akan bekerja untuk mengeringkan lantai. Jika laser mendeteksi adanya seseorang di dalam kamar mandi, namun sensor ultrasonik tidak dapat mendeteksinya, maka seseorang patut diduga telah terjatuh.
Sistem akan menyalakan buzzer dan mengirimkan notifikasi ke perangkat handphone milik keluarga si lansia.
















