Siang Ini, 2 Tokoh Pers Beber Dampak Transformasi Media di Surabaya Suites Hotel

0
1356

Mirip dengan parta jurnalis,  sejarawan berupaya mengumpulkan kepingan mozaik –terutama di masa lalu—yang berserakan, mengkonstruksikan,  dan  menyajikan fakta mengenai  apa yang terjadi.

Bedanya, sejarawan tidak dibatasi waktu. Sedangkan jurnalis berhadapan dengan fenomena deadline alias tengat waktu. Deadline bisa berdasarkan bulan, minggu, hari, jam, bahkan menit.

Tak pelak deadline menjadikan jurnalis tidak pernah sempat melakukan pengujian fakta dan data yang diperoleh di lapangan sebagaimana laiknya seorang sejarawan.

Akibatnya sejumlah fakta yang disampaikan jurnalis tidak sepenuhnya akurat.

Di masa kini deadline jurnalis bukan hanya dalam hitungan jam tapi sudah pada hitungan menit karena di era digital sebuah karya jurnalistik berupa berita menganut mazhab realtime alias pada saat itu juga.

1 2 3

Comments are closed.