Rayakan di Kota Batu, Hari Jadi ke-17 AELI Bakal Dihadiri 300 Anggota dari Seluruh Indonesia

Ratusan anggota AELI dari berbagai kota di Tanah Air akan merayakan ulang tahunnya yang ke-17 di Kota Batu.

Ratusan anggota AELI dari berbagai kota di Tanah Air akan merayakan ulang tahunnya yang ke-17 di Kota Batu.
iniSURABAYA.com – Ulang tahun Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) ke-17 bakal dirayakan secara spesial di Kota Baru, Rabu (12/6/2024). Sekitar 300 orang anggota organisasi ini datang dari seluruh Indonesia mengikuti serangkaian kegiatan yang digelar di kawasan air terjun Coban Putri kota wisata tersebut.
Rangkaian acara HUT ke 17 AELI dimulai dari penyelenggaraan talkshow peran experiential learning pada capacity building di Indonesia, Workshop Kompetensi Experiential Learning, table top, Ice Breaking Competition antar anggota AELI, adventure race, camping bersama dan selebrasi puncak acara di camping ground Coban Putri.
“Ini merupakan bentuk rasa syukur dan peneguhan tekad kami untuk terus berkontribusi ikut serta mengambil peran dalam membangun bangsa melalui kegiatan capacity building,” ungkap Andrea Angga, Ketua Panitia HUT AELI ke 17 yang dalam keseharian dikenal sebagai outbound provider Ciliwung Camp, Malang.
Sementara itu Je Abdul, Ketua AELI DPD Jawa Timur merasa bangga, karena Jawa Timur dipercaya oleh DPP AELI sebagai tuan rumah dan penyelenggara hajatan akbar ini.
Je menegaskan ulang tahun ke-17 jadi momentum bagi seluruh pengurus dan anggota AELI se-Indonesia untuk berkolaborasi dalam aksi. “Ini demi mewujudkan visi misi AELI, yaitu menjadi wadah bagi para praktisi dan provider EL di Indonesia untuk menjadi ahli dalam pelaksanaan program capacity building di Indonesia,” cetusnya.
Selain itu, pada peringatan ulang tahun kali ini, AELI bertekad menjadi wadah bagi praktisi dan provider experiential learning yang mencetak para ahli program capacity building di Indonesia, sehingga dapat meminimalisir dampak buruk yang terjadi akibat pelaksanaan program capacity building yang dilakukan bukan oleh ahlinya.
Untuk mencapai hal ini AELI akan meningkatkan pelatihan kompetensi bagi fasilitator experiential learning (FasEL) berbasis SKKNI dan menerapkan standar mutu layanan dari provider experiential learning (provider EL) serta membangun kepengurusan daerah di seluruh provinsi.
“Maraknya program capacity building di Indonesia perlu diimbangi dengan peningkatan keahlian dan kompetensi pelaku penyedia layanan,” ujar Gigih Gesang, Sekjen DPP AELI. wid
















