Bengkel Sehat Mandiri bagi Penyandang Disabilitas Mental, Ikhsan: Ada Terapi Okupasi agar Produktif dan Mandiri

0
1453

Menurut Ikhsan, jika saat ini BSM masih di satu titik, tidak menutup kemungkinan untuk menyiapkan program serupa di tempat lain. “Sehingga memudahkan dan mendekatkan layanan. Mereka diberikan peralatan dan bisa dibawa pulang, dikerjakan di rumah untuk diproduksi, sudah bisa dijual sendiri atau dibantu dipasarkan pemkot,” tegasnya.

Hasil karya peserta BSM pun tidak kalah menarik, ada batik, sablon, hingga cookies. Ke depan, Pemkot Surabaya akan menyesuaikan model maupun kebutuhan yang diminati pasar. Melalui terapi okupasi tersebut, ia meyakini penyandang disabilitas mental bisa sembuh lebih cepat.

“Menjahit yang awalnya belum fokus, sekarang hasilnya lumayan. Satu sprei bisa dijual hingga Rp80.000, murah dan bagus. Tapi secara produksi Alhamdulillah, tadi ada cookies dan enak,” ujarnya.

Sementara itu, Nanik Sukristina, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyampaikan, BSM merupakan layanan inovasi dari Pemkot Surabaya yang mengupayakan kemandirian individu melalui fasilitasi rehabilitasi psikiatri atau psikososial.

Tidak  hanya fokus pada penyakit tetapi pada kemampuan yang dimiliki masing-masing penyandang disabilitas mental. “Rehabilitasi psikososial ini memiliki peranan dalam pemulihan bagi penyandang disabilitas mental, yaitu melalui dukungan pelatihan keterampilan untuk memfasilitasi pemulihan secara fungsional,” kata Nanik.

Sasarannya adalah penyandang disabilitas mental dari keluarga miskin (gamis). Mereka juga memperoleh pengobatan secara berkelanjutan dan dalam kondisi stabil.

1 2 3

Comments are closed.