Ternyata Ini Rahasia Masak Daging Kambing Tanpa Bau Prengus ala Java Paragon Hotel

0
0

iniSURABAYA.com – IdulAdha identik dengan olahan daging kambing. Namun, tidak sedikit masyarakat masih bingung bagaimana cara menikmati daging kambing dengan rasa premium, empuk, kaya rempah, tetapi tetap nyaman di lidah tanpa aroma prengus yang terlalu kuat.

Menjawab tren kuliner tersebut, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menghadirkan pengalaman berbeda menikmati kambing melalui menu autentik khas Timur Tengah yaitu Laham Mashwi & Nasi Kabsah, terinspirasi dari cita rasa Arab–Tunisia.

Berbeda dari olahan kambing pada umumnya, menu ini menyajikan perpaduan antara daging kambing panggang (Laham Mashwi) dengan teknik slow roast selama berjam-jam serta Nasi Kabsah berbumbu rempah khas Timur Tengah yang kaya aroma namun tetap ringan di lidah masyarakat Indonesia.

Menurut Sugiarto, Sou Chef Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, kunci utama menghilangkan bau prengus kambing bukanlah mencuci daging terlalu lama, melainkan pada pemilihan bagian daging, proses marinasi, serta teknik slow roasting yang tepat.

“Banyak orang sebenarnya menyukai kambing, tapi masih takut dengan aroma yang terlalu kuat atau tekstur yang alot. Kesalahan paling umum saat memasak kambing adalah mencucinya terlalu lama karena dianggap bisa menghilangkan bau. Padahal justru bisa membuat aroma khas kambing semakin keluar,” ujarnya.

Penasaran proses pembuatan Laham Mashwi & Nasi Kabsah yang juicy dan anti bau prengus? Berikut cara membuatnya ala Java Paragon Hotel.

  1. Bahan utama dan Marinasi Daging
  • 5 kg daging paha/pundak kambing (potong ukuran besar)
  • 6 siung bawang putih (haluskan)
  • 1 bombay kecil (haluskan)
  1. Bumbu bubuk:
  • 1 sdm baharat (campuran: jintan, ketumbar, kayu manis, lada hitam, pala, cengkeh, kapulaga)
  • 1 sdt jintan bubuk tambahan
  • 1 sdt ketumbar bubuk tambahan
  • 1 sdt lada hitam bubuk tambahan
  • 3 sdm minyak zaitun
  • 2 sdm air lemon murni
  • 5 sdt garam
  1. Bahan Nasi Mandi Berbumbu
  • 4 cup beras basmati (cuci, rendam 30 menit, tiriskan)
  • 1 bombay (cincang halus)
  • 3 siung bawang putih (cincang halus)
  1. Rempah utuh:
  • 1 batang kayu manis
  • 4 kapulaga
  • 3 cengkeh
  • 2 daun salam
  • 1/2 sdt kunyit bubuk (larutkan dengan 2 sdm air)
  • Kaldu sisa panggangan kambing + air panas (total 5–6 cup)
  • 2 sdm minyak samin / mentega
  1. Garnish & Sambal Pendamping

Topping:

  • 50 g almond iris (sangrai)
  • 30 g kismis (tumis mentega)
  • Daun ketumbar cincang

Sambal Salatah Har:

  • 2 tomat
  • 3 cabe rawit
  • 1 bawang putih
  • Segenggam daun ketumbar
  • Garam secukupnya
  • Jeruk nipis secukupnya
  1. Cara Membuat

Daging Panggang (Laham Mashwi)

  1. Campur bawang putih, bombay, baharat, semua bumbu bubuk tambahan, minyak zaitun, air lemon, dan garam. Lumuri ke seluruh daging kambing.
  2. Diamkan minimal 2 jam di kulkas (lebih bagus semalaman).
  3. Bungkus daging dengan baking paper lalu lapisi aluminium foil rapat agar jus tidak keluar.
  4. Panggang di oven suhu 160°C selama 3 jam sampai empuk.
  5. Buka foil, tampung air kaldu daging untuk nasi.
  6. Oleskan kembali minyaknya, lalu panggang dengan api atas selama 15 menit sampai kecokelatan.

Nasi Mandi

  1. Tumis bombay, bawang putih, dan rempah utuh dengan minyak samin sampai harum.
  2. Masukkan beras, aduk rata sekitar 1 menit.
  3. Tuang kaldu kambing + air panas.
  4. Masak dengan api kecil sampai air terserap.
  5. Saat hampir matang, tuang larutan kunyit secara acak (jangan diaduk).
  6. Tutup, matikan api, diamkan 15 menit.

Sambal

  1. Masukkan semua bahan ke chopper.
  2. Proses sebentar (pulse) agar tetap tekstur kasar, jangan terlalu halus.

Salah satu pengunjung Lanny Nathalia, mengaku awalnya tidak terlalu menyukai olahan kambing karena aroma khasnya. Namun setelah mencoba menu ini, persepsinya berubah.

“Surprisingly, ini salah satu menu kambing terenak yang pernah saya coba. Dagingnya empuk banget, rempahnya terasa tapi tidak overpowering, dan nasinya wangi,” ungkapnya.

Dia menambahkan,”Bahkan sambalnya bikin rasanya semakin balance. Kalau biasanya makan kambing terasa berat, yang ini justru ringan dan nagih.”

Melalui inovasi kuliner ini, Java Paragon Hotel ingin menghadirkan pengalaman menikmati kambing yang berbeda, bukan sekadar hidangan khas Idul Adha, tetapi sebuah perjalanan rasa menuju Timur Tengah yang autentik di tengah Kota Surabaya.

Sembelih 1 Ekor Sapi
Di momen IdulAdha kali ini, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menyembelih satu ekor sapi kurban. Prosesi penyembelihan dilakukan di area hotel dengan melibatkan tim internal.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan para pekerja sektor informal seperti tukang becak, driver ojek online, petugas kebersihan, hingga warga yang membutuhkan.

Sutrisno, tukang becak yang sehari-hari mangkal di sekitar Surabaya Barat mengaku bersyukur mendapatkan daging kurban di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.

“Alhamdulillah senang sekali. Kadang kalau IdulAdha belum tentu bisa beli daging untuk keluarga di rumah. Dapat seperti ini rasanya sangat terbantu. Semoga hotelnya tambah sukses dan berkah,” tuturnya dengan mata berbinar.

Hal serupa disampaikan Rizky Pratama, driver ojek online yang menerima pembagian daging kurban dari Java Paragon Hotel. “Jujur ini sangat berarti buat kami yang kerja di jalan. Kadang sibuk narik sampai lupa kalau momen seperti ini juga penting untuk keluarga. Nanti mau dibawa pulang buat makan bareng istri dan anak. Terima kasih sudah peduli sama kami,” ucapnya.

Erly Rizka, General Manager Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menyampaikan bahwa semangat utama kegiatan ini adalah menghadirkan rasa kebersamaan, sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan industri hospitality, ada nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga.

“IdulAdha selalu mengajarkan kita tentang ketulusan, pengorbanan, dan arti berbagi. Kami percaya bahwa kebahagiaan tidak hanya hadir untuk tamu yang datang ke hotel, tetapi juga untuk masyarakat di sekitar kami yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kota ini,” ujarnya. */ana/ap

Comments are closed.