
Dia berharap, jajaran camat, lurah, kepala PD, hingga sekda bisa mulai membiasakan diri mengerjakan tugasnya melalui aplikasi yang di-instal di smartphone atau tablet ke depannya.
Di dalam aplikasi itu, terdapat target kinerja harian yang wajib dilakukan camat, lurah, hingga kepala PD. “Nanti tinggal meneruskan ke anak buah. Selain itu, saya berharap dengan diterapkannya ini (WFA) ada penghematan listrik hingga ATK,” ucapnya.
Pengawasan Melekat
Terkait rencana WFA, Rachmad Basari, Inspektur Kota Surabaya mengatakan, pemkot akan menerapkan pengawasan melekat (Waskat) secara berjenjang.
Nantinya, waskat berjenjang itu akan dilakukan oleh masing-masing kepala PD. “Kami (inspektorat) kan nggak mungkin mengawasi waskat dengan jumlah pegawai yang seperti ini. Tetapi kami punya sistem yang sudah dibangun, mulai absensi dan sebagainya, sehingga titik-titik operasinya bisa terlihat, sehingga nanti peran utamanya ke depan adalah waskat atasan langsung berjenjang,” kata Basari.
Basari mengatakan, jika terjadi kecurangan yang memanfaatkan WFA, maka hal tersebut akan ditindaklanjuti Inspektorat Surabaya. Basari menyebutkan, WFA di lingkungan Pemkot Surabaya telah berjalan melalui aplikasi sejak 2024.
















