
Karya seni Anhar dan Suef dipajang dalam gelaran pameran bertajuk 'The Jumping City'
”Harapan kami tidak muluk-muluk. Semoga karya kami layak dinikmati sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di Gresik masih ada seniman yang terus menjaga dan mengembangkan damar kurung sebagai bagian dari warisan budaya,” ujar Suef.
Senada dengan rekannya, Anhar juga menyatakan tentang harapannya agar masyarakat Gresik terus melestarikan lentera berbentuk kubus tersebut. ”Semoga pengunjung pameran ini bisa mendapatkan sesuatu dari karya yang kami sampaikan. Sekaligus sebagai ajakan untuk melestarikan budaya, dalam hal ini seni damar kurung,” pesannya.
Sebagaimana tradisi padusan, pameran ’The Jumping City’ yang diselengarakan untuk menyambut bulan suci Ramadan ini dibuka setiap hari mulai pukul 16.00-22.00.
Terdapat delapan program pameran ’The Jumping City’ yang bisa diakses publik, seperti Ziarah Damar Kurung, Merangakai Damar Kurung, Workshop, Artist Talk, Screening Film, Curator Talk, Teater, dan Lomba Mewarnai. wid
















